Senin, 13 Oktober 2014

ulasan shalat ied Adha... mesjid al muttaqin

Ulasan khotbah shalat Ied Adha
Ahad, 5 Oktober 2014
Mesjid Al-Muttaqin, Pandu Raya-Bogor
Ust.      : (lupa)

Sejarah Qurban...

Qurban? apa itu Qurban?
Sudah sering kita mendengar istilah qurban, lantas apakah makna yang tersirat dari ‘qurban’ itu sendiri? Berikut kisahnya (yang dibacakan saat khotbah)…
Qurban artinya hewan sembelihan. Salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam sebagai bentuk ketakwaannya kepada Allah swt. yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 13 Dzulhijjah. Salah satu amal ibadah yang paling tinggi nilainya yang hanya dapat dilakukan dibulan Dzulhijjah, disamping umat muslim (yang mampu) melakukan ibadah Haji di Tanah Suci.
Disebutkan dalam Al-Qur'an, Allah memberi perintah melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim as. untuk mempersembahkan Nabi Ismail as. Hingga akhirnya mereka berdua mematuhi perintah tersebut dan tepat saat Ismail akan disembelih, Allah menggantinya dengan domba. Berikut petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan hal tersebut.
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Ash Shaaffaat: 102-107)

Hikmahnya:
·         Orang tua yang baik akan melahirkan generasi penerus yang baik.
·         Renungkan jika kita selama ini sering mendengar lagu dangdut atau irama yang lainnya, kita hijrah kepada lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kita dengarkan, baca dan memahami serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
·         Ajarkan anak-anak dengan pendidikan Islami.
·         Semoga orang tua kita bisa bersikap seperti Nabi Ibrahim as. yang selalu taat kepada Allah swt. dan anak-anak kita menjadi anak sholeh layaknya Nabi Ismail as. Aamiin   


Semoga bermanfaat

pelatihan tanggap darurat sabtu, 11 oktober 2014 lengkap

Ulasan Pelatihan Tanggap Darurat & Master Point
Sabtu , 11 Oktober 2014
Oleh    : Arief Priantara
@ Kelas 6 SD Alam

Unsur tanggap darurat:
Emergency Response Plan (ERP) / Rencana Tanggap Darurat
1.      Assessment
Berisikan tentang rencana seluruh kegiatan yang akan dibahas, sedang dilakukan dan sudah dikerjakan. Segala macam bentuk laporan dijadikan referensi untuk data yang lebih akurat. Walaupun kelihatannya hanya sebatas ukiran hitam diatas putih, tapi dari sinilah kita mulai mengerjakan sesuatu.
Bahas segala sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan (safety) seperti daerah yang rawan kebakaran (hampir seluruh bangunan SD terbuat dari kayu, perlu berhati-hati), bangunan runtuh, kecelakaan dan lain sebagainya. Berikan kepada seluruh tim termasuk warga sekolah agar mengetahui informasi terkait safety.
2.      Procedure
Berikan instruksi kerja yang jelas (jangan sampai simpang siur) kepada tim dan sosialisasikan sesegera mungkin dengan detail terkait step/langkah-langkah yang perlu dilakukan. Misal proses evakuasi, tentukan rumah sakit terdekat dari sekolah antara jarak ke arah Pomad atau ke arah Cimahpar, akses jalannya, mobilitas/kendaraannya, dan yang lainnya.
3.      Pelatihan
Pelatihan individual dan kelompok harus diberikan terutama kepada tim safety agar mereka mengetahui basic/kemampuan dasar melakukan prosedur keselamatan. Jadikan mereka ahli dalam lingkungan sekolah, orang –orang yang sudah diberikan pelatihan.
4.      Kesiapsiagaan dan Tinjauan ulang
Setelah proses pelatihan selesai, segera lakukan simulasi untuk melihat kesigapan tim dalam menangani sebuah kejadian/peristiwa yang berhubungan dengan safety (bahkan dalam keadaan mau mandi sekalipun).


Minimal memberikan contoh (misal dengan pluit atau alarm) dengan tanda:
1x berbunyi peringatan tanda bahaya
2x berbunyi segera berkumpul di master point
3x berbunyi bersiap di evakuasi dan sweeper

Tim Tanggap Darurat/ERT
·         Sumber daya manusia
·         Sumber daya pendukung
·         Sarana & prasarana
Sarana-Prasarana terdiri dari:
ü  Fire fighter      : apar, blanket
ü  First aider        : First Aid Kit
ü  Energy Isolator: wiring diagram, cutting tools, senter, gloves
ü  Master Chief (unit lead): absensi pegawai, bendera kelompok
ü  Security           : security line
ü  Sweeper/medivae: Senter, tandu
ü  Support Supv: daftar nomor telepon darurat (rumah sakit, polisi, ambulan)
Dalam proses pelaksanaan penyelamatan korban dan evakuasi, ‘evaluator’ berfungsi untuk meninjau ulang. Usahakan tim Gawat Darurat berkumpul kurang dari 1 menit setelah alarm tanda bahaya di bunyikan dengan membawa alat pendukung saat berkumpul. Isolator membawa diagram kelistrikan, alat potong dan lain-lain
Hitung waktu saat evakuasi, jangan hanya kita membayangkan jalur evakuasi aman-aman saja tanpa ada kendala karena selalu dilalui orang-orang. Bayangkang jika 20 orang masuk dalam 1 pintu secara bersamaan dan segera memakai alas kaki hingga tempat berkumpul dengan aman, perlu latihan dan simulasi secara rutin.
Latih-latih-latih hindari traffic jam saat berada di pintu karena faktanya kebanyakan korban berada di daun pintu karena berebut keluar dari pintu. Kalau SOP perlu diperbaiki demi keamanan, segera perbaiki karena hasilnya untuk kita semua. Kalau anak-anak masih bercanda dan belum serius, perlu disosialisasikan kembali agar lebih serius melakukan simulasi yang telah terlaksana.
Bagaimana dengan korban tabrakan/adu kambing?
Untuk korban tabrakan, kita perlu melakukan “cek cepat.” Orang yang masih merintih kesakitan pertanda dia masih merespon peristiwa yang terjadi, kita masukkan kedalam ‘lampu kuning,’ dan dapat kita tinggalkan/tunda keselamatannya. Sedangkan untuk korban yang diam, harus diutamakan. Tidak bisa memberikan respon kita masukkan kedalam ‘lampu hitam,’ apakah dia shock, pingsan, benturan kepala dan lain-lain. Segera lakukan DRH ABC.
Tindakan cepat dapat kita lihat seperti yang dicontohkan dalam film Pearl Harbour, korban yang sekiranya masih bisa merespon dapat ditunda sedangkan korban yang dalam kondisi gawat ditandai dengan lipstick di dahinya untuk penanganan lanjutan oleh tim medis yang lain.
Kita juga bisa memberikan instruksi sederhana, “yang masih bisa berdiri segera pergi keluar dan berkumpul dengan evakuator.” Salah satu cara untuk menyaring orang (biasanya untuk kecelakaan masal, dimana jumlah korban lebih banyak dari penolong), bila perlu tambahkan ancaman, “karena jika tidak bis ini akan meledak/bangunan ini akan runtuh (misalkan).” Korban lampu hijau dan kuning secara automatis akan pergi dan korban lampu merah dan hitam perlu kita gotong/bantu.
Setiap tempat usahakan me-list telepon darurat secara berkala. Khawatir telepon yang kita tuju tidak aktif karena tidak pernah di cek, atau ponsel/telepon yang biasa terpasang tiba-tiba terputus. Di tempat-tempat besar biasanya menyimpan “HP Darurat” yang berfungsi khusus menelepon nomor darurat dalam kondisi tertentu.
Pohon lapuk dijalur evakuasi juga perlu di tanggapi, khawatir dapat menimpa kita saat terjadi bencana/proses evakuasi berlangsung. Kondisi jembatan juga perlu di cek, khawatir retak sehingga ketika diinjak/dinaiki oleh puluhan orang tidak langsung rusak/roboh.
Rencana tanggap darurat
·         Assessment (bahaya apa saja?)
·         Procedure       : disusun sebagai landasan utama sebuah rencana
·         Instruksi kerja : penjabaran teknis prosedur (lebih spesifik), misal cara penanganan korban atau proses evakuasi didisplay dalam 1 lembar (gambar & keterangan), laminating dan pajang ditempat ramai. Misal ‘fraktura’-viksasi-strecher+gambar, atau tarik tuas-semprot.
·         Pelatihan & sosialisasi prosedur ke unsur tersebut
·         Kesiapsiagaan bertujuan untuk memastikan semua proses telah dipahami
·         Tinjauan ulang untuk memastikan prosedur telah mencakup kondisi darurat (berdasarkan resiko darurat yang dapat ditangani).
Tim tanggap darurat (sepakati susunannya)… lihat slide


·      Pemadam api            : memastikan listrik mati sesuai koordinasi dengan ‘maintenance’ khawatir listrik masih menyala saat pemadaman berlangsung. Jika apar tidak cukup, gunakan air yang siramkan
·      Persiapkan lampu malam luar disetiap sudut, sebagai penerangan malam hari (suatu saat diperlukan)
·      Aspek Danger harus diutamakan, keluarkan semua korban kalau masih ada, khawatir ketinggalan atau justru malah menghitung murid dari kelas tetangga (seperti film home alone).
·      Tim darurat harus in-line dengan tugas masing-masing keseharian agar lebih terbiasa. Perlu disosialisasikan sebelum memposisikan orang lain.
·      Logistic perlu me-list semua perangkat agar saat dibutuhkan tidak ada yang ketinggalan/hilang. Termasuk tim konsumsi/persiapan makanan (kalau api besar kemungkinan membutuhkan waktu seharian untuk memadamkannya, sehingga perlu di buat 2 atau 3 shift).  Siapkan makanan yang bergizi termasuk susu, buah-buahan agar tim pemadam memiliki energy yang cukup dan tidak cepat lemas.
·      PR-Public Relation berfungsi untuk mensosialisasikan informasi kepada leader dan orang asing agar tidak mengganggu tim yang sedang bertugas. Dibutuhkan orang-orang yang pandai berbicara dan melobi dengan baik agar orang lain yang mendengarkannya langsung memahami (tidak berbelit-belit).
·      Segera hentikan pekerjaan bahkan saat akan mandi sekalipun untuk melakukan persiapan/briefing jika tanda bunyi alarm sudah berbunyi.
“tidak semua paham prosedur seperti ini, segera share/bagikan kepada banyak orang banyak informasi seperti ini, agar lebih bermanfaat.”
Bagaimana kalau ada anak bermain berlebihan?
Mindset safety yang berada disekolah tentu saja berbeda dengan dirumah. Kendala bahaya yang dilarang/dibatasi disekolah (kondisi aman) kebanyakan anak diabaikan dan dibiasakan menjadi terbiasa dirumah dan itu perlu sosialisasi dengan orang tua (pemahaman konsep safety). Samakan pencegahan bahaya terus-menerus dan berulang. Konsisten saat melakukan sosialisasi, berikan gambaran yang dapat dijangkau anak-anak dan merugikan dia, “nak, kalau jatuh dari ketinggian nanti kakinya patah, kalau patah tidak bisa bermain seperti biasa karena kesakitan.”
Hierarki pengendalian bahaya:
·         Eliminasi         : hilangkan media tersebut
·         Substitusi         : ganti media tersebut dengan yang lebih aman
·         Rekayasa engineering : proteksi media tersebut dengan pengaman
·         Administratif   : berikan tambahan petunjuk/display cara bermain aman pada media tersebut
·         Proteksi/alat pelindung diri    : siapkan pelindung/pengaman untuk anak
“Kita bukan dokter melainkan hanya penolong pertama (koridor kita). Stabilkan korban ditempat (ingat! 10 menit unsur vital bekerja)”
Kecelakaan yang kemungkinan terjadi disekolah”
·         Geger otak      : bawa ketempat datar, lakukan DRH ABC
·         Fraktura          : lakukan viksas tulang agar tidak semakin robek
·         Luka bakar      : siram dengan air dingin mengalir, 30-40% tubuh terbakar sudah membahayakan keselamatan jiwa
ada 3 jenis luka bakar :
Ø  Derajat 1            : hanya merah
Ø  Derajat 2            : bergelembung dikulit
Ø  Derajat 3            : kulit terkelupas (epidermis sudah hilang)
·         Gigitan ular                 : ikat aliran darah agar tidak mengalir, anggap semua ular berbisa. Hindari menghisap bisa ular (seperti di film) karena tidak dianjurkan.
·         Sengatan tawon          : bersihkan luka, beri betadine/alcohol & hydrogen hidroksida (jarang ada diapotik, hanya ada ditempat tertentu). Jarum tawon berbentuk seperti kail dan dapat membuat demam manusia, hati-hati saat mencabutnya. Jarum bergerigi menusukkan tubuhnya sampai mati (lebih berbahaya) dibandingkan dengan tawon yang tidak bergerigi.
·         Semburan kodok loncat (ceuhay)       : tanyakan mata sebelah mana yang sakit, beri air pada mata yang sakit sambil dimiringkan agar tidak terkena mata yang lain
·         Paku karat/tusukan boleh dicabut/ambil jika ukuran benda masih pendek, akan tetapi kalau panjang, potong sampai kecil, tidak dicabut dan segera bawa kerumah sakit/dokter.
·         Terkilir            : diamankan dengan cincin donat, hindari pergeseran yang lebih parah.
“Jangan panik saat menghentikan pendarahan.”
Gunakan kain bersih dan katun (menyerap darah dengan baik). Gunakan kain katun untuk menekan luka, maka secara automatis akan kering dengan sendirinya karena ada zat beku darah (trombosit). Perlakuan terhadap luka berikan betadine/alcohol sebagai “desinfektan” & penggunaan es batu bertujuan untuk menghentikan darah.
Tekanan nadi dewasa dan anak-anak berbeda. Cek nadi murid-murid kita secara rutin. Untuk orang dewasa didaerah leher dan pergelangan tangan sedangkan untuk bayi didaerah ketiak (karena kalau dileher khawatir merasa sesak dan kurang dapat dirasakan jika dipergelangan tangan karena masih sangat tipis).
Bagaimana untuk penanganan patah iga/rusuk?
Patah rusuk, robek bagian kulit diatas perut untuk membuat katup keluarnya darah (menghindari eungap) karena harus sangat berhati-hati. Bisa sangat berbahaya kalau potonga rusuk menusuk organ bagian dalam seperti paru-paru dan jantung.
Chocking
Chocking-tersendak/kecegukan/sisidueun dikarenakan terbukanya clap (katup) antara tenggorokan (saluran udara) dan kerongkongan (saluran makanan).
Ø  Tepuk punggung atas/pundak(dalam keadaan berdiri dan sedikit membungkuk)
Ø  Peluk dan angkat bagian uluhati/diafragma dari belakang
Ø  Posisikan korban telentang dan tekan uluhati kebagian atas sampai muntah
Ø  Angkat leher belakang, buka dagunya, congkel makanan yang menyangkut (dalam keadaan telentang dan tahap ini biasanya sudah sampai tidak sadarkan diri).
Ø  Robek 1-2 cm didekat leher untuk membuat saluran baru
Ø  Untuk bayi, tidurkan di paha dan tepuk bagian pundaknya
Golden Rule Tanggap Darurat:
·         Kondisi darurat dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan dapat menimpa siapa saja
·         Panik adalah hal yang manusiawi, namun dapat membahayakan
·         Tidak ada seorang pun yang terlatih, yang ada hanya orang-orang yang mau berlatih
SIMULASI KEBAKARAN di Kantin SD karena korsleting
-Tim pemadam kebakaran mengambil apar terdekat (dari ruang kelas dan kantor CS).
-engineering memutuskan saluran listrik didekat dapur
-PR (public relation) menginfokan kepada pihak-pihak tertentu yang bertanya (berikan informasi yang ditanyakan saja, karena jika kita memberikan banyak informasi akan banyak pertanyaan muncul dan mengganggu kelancaran penanganan keselamatan).
-Mastering mengatur semua tim yang ada, kalau seorang mastering tidak ada boleh berinisiatif menjadi seorang mastering dengan kesepakatan tim
-leader memastikan semua terkendali
-korban berkumpul ditempat evakuasi
-kendala suara pluit tidak terdengar sampai kelas 6
-korban jatuh dari playgroun anak (karena shock), di tangani DRH ABC oleh tim P3K
-guru kelas memastikan semua murid telah didata
-perlu dibuat display jalur evakuasi untuk warga sekolah terutama tamu asing yang kurang memahami lokasi sekolah


Semoga bermanfaat

Minggu, 12 Oktober 2014

pengajian bulanan 10 oktober 2014 - AKHLAQ

Pengajian bulanan SDM SALAM
Jum’at, 10 Oktober 2014
Ust. Yasir A.M.
@ Mesjid Taman Seruni

AKHLAQ
Sering kita mendengar istilah akhlaq dalam kehidupan sehari-hari. Akhlaq sangat erat kaitannya dengan kondisi/perilaku seseorang. Akhlaq juga merupakan salah satu poin penting yang tercantum dalam nilai-nilai SALAM. Hm, apakah Akhlaq itu?
            Akhlaq menurut bahasa merupakan serapan dari bahasa arab yang tidak bisa kita terjemahkan lagi kedalam bahasa apapun. “Atittude” misalnya, jelas akan berbeda definisinya dari kata “akhlaq” itu sendiri. Atau jika kita ingin menyebut istilah akhlaq dengan sikap dan perilaku manusia, tentu saja kurang cocok karena pada dasarnya akhlaq memiliki arti yang lebih luas, adapun sikap dan perilaku merupakan perwujudan dari akhlaq itu sendiri.
            Jangan sampai kita menterjemahkan istilah “akhlaq” dengan kata “tek-tok” yang mempunyai banyak arti. Pernah pak Yasir menanyakan arti kata “tek-tok” kepada 3 orang murid yang berbeda, ada yang menyebutkan bahwa tektok adalah “jalanin aja.” Ada juga yang mengartikan istilah tersebut dengan “bolak-balik” bahkan mengatikannya dengan kata “percaya diri.” Simpang siur dan gak jelas ‘kan?
             Akhlaq jika dipecah menjadi 2 pengertian yaitu “kho-la-qof” (khuluk) yang artinya kejadian/penciptaan dan “kho-la-qah” yang artinya perangai atau tabiat. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa:
“Akhlaq adalah sesuatu yang melekat pada proses penciptaan manusia, termasuk didalamnya terdapat tabiat dan perilaku/sikap.”
Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (orang keturunan liberal yang menentang liberalisme), mengatakan bahwa, “karena manusia diciptakan dengan fitrah, potensi yang melekat, maka berakhlaq adalah berfikir, berkehendak dan berperilaku sesuai dengan fitah (nurani)nya.” Sehingga akhlaq mutlak dimiliki oleh setiap manusia.
Adapun menurut Al-Ghazali mengemukakan arti akhlaq ada 2 definisi:
Kholaq             : perilaku yang tampak
Kholaquw        : perilaku dalam jiwa/terpendam
Sempurna akhlaq manusia jika memiliki kedua poin tersebut. Kalau hanya salah satunya saja yang baik, maka akhlaqnya tidak bisa dikatakan sempurna. Misalnya saja ada orang yang membagi-bagikan sejumlah uang kepada masyarakat, apakah bisa kita sebut dermawan? Memang iya perilaku yang tampaknya adalah berbagi rizki namun kalau niatnya untuk kesuksesan Pemilu atau memamerkan kekayaan belaka, menandakan bahwa akhlaqnya belum sempurna. Atau jika ada seseorang tersenyum manis kepada kita namun dalam hati sebenarnya nya merasa amat sangat jengkel melihat muka kita, itu artinya akhlaqnya belum sempurna.
Benarkah pernyataan berikut? (dari orang Yahudi):
“it’s better to be moralist rather than religious.”
Apakah moralis tanpa religious bisa dikatakan berakhlaqa mulia?
Misal dalam hal ini kita ambil contoh seorang pemimpin yang berhasil mengelola wilayahnya sehingga penduduknya tentram dan sejahtera, APBD meningkat dan tidak ada kemiskinan, akan tetapi anggaran yang diperolehnya yaitu dari setoran prostitusi dan perjudian (melanggar aturan agama). Apakah moral saja cukup tanpa agama?
Tadabburi surat Ar-Rum (30) ayat 30:
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],
[1168] Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.
Kecenderungan fitrah manusia untuk melakukan sesuatu adalah fitrah untuk beragama lurus (Tauhid) yang menuju kepada kebaikan, namun pada kenyataanya banyak orang justru berbuat jahat/keburukan karena lupa akan fitrahnya.
***
Orang pedalaman Papua biasanya menggunakan nama-nama artis sebagai nama panggilan sehari-hari, salah satunya Leonardo de Capio (pemeran utama film Titanic). Kalau kita mengingat peristiwa Titanic, yang menjadi pertanyaan adalah tenggelamnya kapal Titanic dikarenakan terbelah atau terbakar? LOL :D… Dongeng – 50% dusta, 50% rekayasa. Hahaha (joke…)
Filosofi dari gunung es dan Titanic, kita anggap bahwa:
·         Permukaan es yang terlihat   : Akhlaq
·         Perahu                                     : Din / syariah
·         Gumpalan es didalam laut     : Aqidah (tindakan, sikap, dll.)
Manusia yang benar sesuai dengan fitrahnya adalah manusia yang bertindak dengan didasari oleh keimanan, diniatkan dengan ikhlas dan dibingkai dengan din. Kalau ada orang yang akhlaqnya selalu bersemangat beribadah, perilakunya sopan dan santun namun hendak melakukan shalat subuh sebanyak 10 rakaat, sudah pasti SALAH meskipun niatnya benar.
Atau seseorang yang melakuakn money laundry (pencucian uang) yang mengangkat seorang Officee Boy menjadi Direktur tanpa syarat dan proses, itu juga merupakan suatu kecurangan yang tidak diperbolehkan.
“Akhlaq itu bukan sekedar tatakrama, etika dan moral.”
Rasulullah saw. merupakan seseorang yang melanggar tradisi saat itu, karena hidup di zaman ketika kejahiliyahan/kesesatan/kebodohan adalah perkara yang dibenarkan waktu itu. SAH hukumnya bila ada banyak orang melakukan sa’i sambil telanjang atau mengubur anak perempuannya hidup-hidup tanpa merasa bersalah. Oleh karena itu Rasulullah saw. datang untuk menyempurnakan akhlaq manusia meskipun melanggar tradisi yang sudah ada. Hingga mendapat julukan al-amin (orang yang dapat dipercaya) walaupun usianya masih sangat muda.
Surat Ibrahim (14) ayat 24 – 25
24. tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
25. pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
[786] Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.
Manusia yang baik bisa kita ibaratkan seperti “pohon yang baik” dengan ciri berikut:
Akarnya teguh (Aqidah), batangnya kokoh (Din), dan cabangnya menjulang kelangit (Akhlaq), berbuah selalu, memberikan manfaat setiap waktu walaupun dalam kondisi yang sempit dan sulit. Konsep kebaikan tersebut dapat kita lihat pada surat Al-Baqarah ayat 177:
177. bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
“Dari akhlak yang mulia, didasari keimanan dan dibingkai agama itulah kebaikan, bukan karena tradisi/budaya timur maupun barat.”
Diriwayatkan dari Abu-Darda r.a., bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang paling berat timbangannya diatas mizan (timbangan hari kiamat) seorang mukmin, kecuali akhlak nya yang baik dan sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan yang kotor mulut” (HR. Turmudzi)
Akhlak yang mulia:
1.      Akar-Jujur                    : sifat dasar Rasulullah saw. bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul
2.      Batang-Taat ibadah    : memaksimalkan waktu, bagaimana cara mengelola kesempitan dan kesulitan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan dapat teratasi (solutif)
Banyak dari supir jemputan shalat tidak tepat waktu karena kebanyakan dari mereka masih diperjalanan ketika adzan berkumandang, namun ada juga yang dapat dapat shalat tepat waktu karena menejemen waktunya bagus, tergantung diri kita, apakah masih mengutamakan ibadah atau tidak.
3.      Ranting & buah-Ikrom            : memuliakan (derajatnya lebih tinggi dibandingkan menghormati), percaya pada Allah, hari kiamat dan takdir/ketentuan Allah
a.      Berkata baik atau diam
Ada seorang anak mengatakan (mohon maaf) b-e-g-o dengan sangat lancar kepada teman-temannya, hal ini perlu kita sadari bahwa jarak yang paling dekat dengan ucapannya adalah telinganya sendiri. Hal tersebut adalah salah dan tugas kita adalah untuk memperbaikinya. Ucapan baik maupun kurang baik yang kita lontarkan, efeknya adalah pendengaran kita masing-masing. Rata-rata manusia biasanya berbicara 60 kata per 1 menit, sehingga jika kita ingin mendengar yang baik, berbicaralah yang baik.
b.      Memuliakan tetangga
Meskipun Abu Jahal dan Abu Lahab adalah saudara sekaligus tetangga yang kurang baik terhadap Rasulullah saw., tidak jarang mereka menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah saw. karena sikap Rasul yang senantiasa memuliakan tetangga. Bahkan sebelum berangkat perang, beliau harus mengembalikan barang titipannya tersebut kepemiliknya.
c.       Memuliakan tamu
Siapapun yang datang ke rumah kita entah itu hanya berkunjung, melihat-lihat, bersilaturahim, buat mereka nyaman dengan tempat kita. Berikan 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun) agar tamu segan terhadap kehadiran kita. Jangan sampai berlebihan, misal membantu membawakan koper/tas orang lain sampai dikira calo, karena semua orang belum tentu memiliki persepsi yang sama dengan kita.
Akhlaq mulia yang dilakukan manusia ada aturannya tersendiri, yaitu syariat islam. Misal kita ingin memuliakan orang lain dengan cara “peduli” dan melakukan sms tausiyah rutin untuk mengingatkan ibadah, dari ikhwan ke akhwat. Meski benar namun kalau melanggar syariat itu kurang tepat.

PERTANYAAN:
1.      Adakah contoh orang yang akhlaq didalam jiwanya bagus namun yang tampak buruk?
Sulit mencari orang yang seperti itu. Apakah orang yang ingin bersedekah (niatnya bagus) namun perbuatannya adalah ‘berjudi’ bisa dikatakan akhlak yang baik?
Dalam sejarah, pernah ada kasus seorang sahabat yang ingin berperang (dalam hatinya sangat ingin ikut berperang) namun karena ketidakmampuannya, perbuatan yang tampak (pada kenyataannya) ia tidak ikut berperang. Hal ini masih di perbolehkan.
2.      Bolehkah kita melakukan perbuatan buruk untuk hal yang baik menurut pandangan akhlaq?
Membunuh adalah sebuah kejahatan, “berakhlaq buruk” kalau seseorang sampai membunuh saudaranya. Namun kalau beriman dan memiliki tujuan yang sesuai syariat akan menjadi sebuah kemuliaan. Niat lurus, aqidah kokoh dalam keislaman insyaa Allah baik.
3.      Misal A melakukan fitnah terhadap L dan ketika A sedang sakit, L menengoknya hingga keluarga A mengatakan bahwa L “melakukan sebuah kemuliaan dan mendapat pahala dari shalat sunnah 1000 rakaat,” benarkah itu?
Mendapat pahala shalat sunnah 1000 rakaat belum dapat sumbernya-cari sumber yang relevan jangan asal mudah menerima masukan dari orang lain.
Kemuliaan seseorang didapatkan dengan:
·         bersilaturahim terhadap orang yang memusuhi kita
·         bersedekah/memberi kepada orang yang pedit, pelit, meregehese cap jahe buntut kasiran #apasihpakyasir…
·         memaafkan yang mendzalimi


Semoga bermanfaat

Jumat, 10 Oktober 2014

pelatihan P3K

Pelatihan P3K
Kamis, 9 Oktober 2014
Oleh    : Pak Arief …
@ Aula SM

Sekolah Alam Bogor merupakan salah satu sekolah yang memiliki banyak aktifitas diluar kelas. Berbaur dengan alam dan menjadikan alam sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak, merupakan ciri khas yang dimiliki oleh SALAM. Tentu saja dalam hal ini sekolah sangat perlu lebih intens dalam menjaga orang-orang didalamnya dari segala risiko kecelakaan yang lebih besar. Apakah fasilitator didalamnya siap dalam kemungkinan-kemungkinan tersebut? Ataukah hanya memasrahkan keselamatan anak kepada Allah swt.? Yuk kita simak ulasan “pelatihan P3K” berikut!
1.      Identifikasi organ vital
Dalam tubuh manusia (dan makhluk hidup lainnya), ada 2 dua organ yang vital yang perlu dijaga keduanya, yaitu JANTUNG dan PARU-PARU. Tidak ada salah satunya, maka makhluk hidup tidak dapat hidup. Jantung berfungsi untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh, sedangkan paru-paru mensuplai energi tubuh manusia, dari oksigen sampai menjadi karbon dioksida.
Kalau ada orang tergeletak, hal yang perlu kita lakukan adalah melakukan tahap DRH ABC, yaitu:
# D (Danger)
·         Tanya kepada orang-orang disekitar “mengapa orang tersebut tergeletak?”
·         Periksa oleh kita terhadap korban tersebut, apakah sedang tertidur, pingsan, akting, koma dan kemungkinan lainnya perlu kita timbulkan. Pastikan tidak ada “bahaya” yang berada disekitar korban dan diri kita. Misal: di kaki korban ada kabel yang terbelit dan mengandung listrik bertegangan tinggi, atau reruntuhan bangunan dari gempa bumi yang membahayakan, atau lalu lintas kendaran di jalan raya, dan lain sebagainya. Pastikan kondisi diri kita dan korban dalam keadaan yang aman.
# R (Respon)
Jika sudah mengetahui sebab yang dialami korban, segera lakukan tindakan yang dapat direspon oleh korban seperti menepuk bahu atau mencubit bagian vital (seperti di bawah ketiak). Cari sumber respon yang diberikan korban dalam bentuk lirihan suara, gerakan tubuh atau gerak reflek yang terjadi saat dicubit/disentuh.
# H (Help)
Sebisa mungkin, cari orang lain (siapapun itu, semakin banyak semakin baik) untuk dijadikan seorang saksi yang dapat bermanfaat untuk diminta tolong atau pertolongan lanjutan (meminta bantuan orang lain). Khawatir kita dituduh melakukan pembunuhan (salah sangka) atau kerepotan jika harus berhadapan dengan korban yang lawan jenis.
# A (Air Way) = Saluran pernafasan
Langkah ini dilakukan jika korban, belum juga memberikan respon terhadap usaha kita. Tahapan dalam pertolongan ini yaitu LLF (Look, Listen & Feel). Cek urat nadi dibagian leher/lengan dengan menggunakan 2 jari (disarankan telunjuk dan jari tengah), untuk mengetahui kondisi korban sebelum melakukan proses lanjutan.
Lihat saluran pernafasan yang dilakukan korban, periksa bagian bawah hidung dan kembang-kempis yang terjadi disekitar perutnya. Apakah tekanannya besar (yang menandakan korban cukup aman) ataukah kecil bahkan tidak ada sama sekali.
# B (Breathing)
            Korban yang tidak terlihat saluran pernafasannya, harus segera kita ambil tindakan untuk memberikan nafas bantuan. Letakkan korban ditempat yang rata, tempelkan pipi dan hidung kita ke korban, pandangan memperhatikan dada, leher sedikit diangkat, dagu dibuka dan tiup/hembuskan ke mulut/hidung korban semaksimal mungkin (2x hembusan untuk dewasa dan 1x hembusan untuk remaja).
            Cek selama 10 detik, kalau belum ada respon dari korban lakukan nafas buatan ini dengan pola 30x pijat dan 2x nafas buatan. Orang yang dapat bernafas dipastikan saluran nadinya berjalan, berbeda jika nadi tidak bergerak maka dipastikan tidak ada pernafasan, karena jantung memompa darah dari dan ke paru-paru.
# C (Circulation)
            Ada dua jenis nafas buatan yang dapat kita berikan kepada korban, yaitu mulut-hidung dan mulut-mulut. Keduanya bisa saja dilakukan sesuai kebutuhan, akan tetapi nafas buatan mulut-mulut lebih sering digunakan orang lain.
            Sebelum kita melakukan proses nafas buatan, pastikan kita memeriksan kondisi korban apakah ada benda yang menghambat/menyumbat pada saluran hidung dan mulut, seperti kotoran hidung, makanan, minuman, dan lain-lain.
            Ulangi-ulangi-ulangi proses Breathing, sampai korban memberikan respon kepada kita. Hentikan nafas buatan kalau perut korban mengembang, karena menandakan nafas yang kita berikan tidak masuk alveolus korban, melainkan ke lambung/bagian perut.
10 menit nafas manusia tidak tersuplai ke otak, maka sedikit demi sedikit sel-sel didalam otak mengalami kerusakan. 20 menit tidak bernafas, maka semakin banyak yang rusak dan mempengaruhi organ lain, 30 menit (manusia biasa) tidak bernafas berkemungkinan sudah benar-benar tidak sadar (koma atau meninggal dunia).
·         Pertolongan pada bayi: posisikan tubuh kita memegang dada bayi yang letaknya 2 jari kebawah dari putting
·         Pertolongan pada korban yang bentuk tubuhnya tidak beraturan (jatuh dari pohon misalnya), posisikan/angkat tangan kiri korban ke leher, tekuk lutut kiri korban, gulingkan/putar kearah kiri. Posisi tangan bertujuan untuk membuka jalan nafas agar tidak tertutup saat diputar.

2.      Bleeding
Ada 3 macam darah didalam tubuh manusia,
·         Arteri yaitu darah yang mengalir dari jantung keseluruh tubuh, membawa nutrisi makanan dan oksigen dari paru-paru. Ciri darah arteri yaitu warna darah merah cerah, mengalir cepat dan memancar saat pendarahan.
·         Vena yaitu darah yang alirannya menuju ke arah jantung dari seluruh tubuh dan membawa karbondioksida untuk dihembuskan. Ciri darah vena yaitu gelap dan lambat saat pendarahan.
·         Kapiler yaitu pembuluh halus yang bercabang-cabang untuk mengalirkan nutrisi ke setiap organ. Ciri pendarahannya yaitu merembes kedalam pori-pori.
Orang normal dengan berat minimal 50 kg dapat mengeluarkan darah 250-300 cc atau setara dengan kantung darah (syarat donor darah). Orang yang memiliki berat badan tubuh >70 kg dapat mengeluarkan darah 2x lipatnya yaitu mencapai 700 cc atau setara 2 kantung darah. Terlalu banyak mengeluarkan darah dari batasan tersebut, seseorang akan mengalami kondisi tidak sadarkan diri.
      Bagaimana cara menghentikan pendarahan?
·         Tekan menggunakan tangan
·         Balut tekan
·         Torniket (amputasi/tangan putus), ikatkan kain bersih 20 cm diatas luka, gunakan spidol lalu putarkan sampai pembuluh berhenti mengeluarkan darah, gunakan es batu untuk menimbulkan efek mati rasa.
Usahakan selama proses tersebut, tim penolong tidak panik karena akan menimbulkan banyak resiko, baik untuk korban maupun kita sebagai penolong. Bidai/mitela yang digunakan sebaiknya tidak berwarna putih, karena setegar-tegarnya manusia, pasti ada rasa ngeri, takut atau gemetar tiap kali melihat darah dalam jumlah yang banyak. Gunakan warna hijau agar warna darah menjadi samar.

3.      Balut bidai
Mitela yang digunakan kebanyakan orang adalah kain yang berwarna putih, disarankan untuk SALAM menyiapkan kain berwarna lain (hijau atau biru misalnya) untuk mengurangi noda darah yang bercecer saat melakukan pertolongan.
Lipatan yang digunakan beragam, sesuai dengan kebutuhan korban. 1, 2, 4, 8 lipatan yang biasa digunakan, semakin kecil lipatan semakin sulit mitela digunakan. Penggunaannya dapat digunakan untuk seluruh tubuh.
·         Fraktura (patah tulang) dalam, menggunakan kayu untuk meratakan/meluruskan dan ikatkan pada bagian yang patah dan utuh.
·         Fraktura (patah tulang) luar, lebih berbahaya karena berkemungkinan infeksi terhadap debu dan bakteri yang ada di udara. Gunakan balok kayu/bambu untuk melurusakan bagian yang patah dengan menggunakan mitela. Ikatkan pada bagian yang utuh, retak/patah dan bagian utuh lainnya. Semakin banyak mitela semakin baik pertolongannya.
·         Pendarahan dikepala: Gunakan 2 mitela untuk pendarahan dikepala. 1 di gulung dan ditempelkan pada luka, dan yang satunya dililitkan ke leher korban agar gulungan mitela yang pertama tertahan.
·         Pembengkokkan tulang bagian selangka/belikat, cukup menggunakan 1 mitela yang diikatkan menyilang dibagian bahu dan ikatkan dibagian punggung. Kendorkan ikatan jika korban merasa engap/kesakitan (mungkin ikatan terlalu kuat).
·         Korban yang tertancap tusukan bambu/benda lain yang ukurannya panjang, tidak boleh dicabut/lepas sebelum dokter melakukannya. Biarkan tetap menempel di bagian tubuh, patahkan sedikit karena resiko yang ditimbulkan sangat banyak.
·         Untuk fraktura, bisa juga menggunakan cincin mitela (mitela yang gulungkan seperti donat) untuk menyatukan bagian tulang yang terpisah.
Ajak korban/pasien ngobrol untuk mengalihkan rasa sakitnya. Hilangkan kepanikan saat sedang melakukan balut bidai. Lakukan semaksimal mungkin selama pertolongan pertama dilakukan, hubungi dokter sesegera mungkin.

4.      Evakuasi
Untuk korban yang mengalami luka ringan, cukup di gedong punggung oleh penolong atau di angkat/gendong depan ke penolong lanjutan (ambulan, dokter, rumah sakit). Sedangkan untuk patah tulang, gunakan pintu (sebagai pengganti tandu) agar posisi korban tidak berubah dari awal, dibutuhkan 3-4 orang untuk membawanya secara bersamaan. Usahakan kepala sampai kaki tidak ada yang bergelantungan.