Senin, 26 Januari 2015

liqo 25 januarii 2015 karakteristik dakwah Rasulullah saw fase makiyyah & madaniyah

Liqo-Kongkow mingguan
Senin, 19 Januari 2015
Sekretariat IMAGO
Oleh: kang Cipto

Karakteristik dakwah Rasulullah saw. pada fase Makiyyah dan Madaniyyah
Tema umum tentang materi ini terdapat pada surat An-Nahl ayat 125
125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Perlu kita ketahui bahwa fase ini hampir terjadi disetiap masa. Salah satu contoh, pada zaman Rasul, sahabat, runtuhnya ke khilafahan dan Indonesia tahun 80’an, kesemuanya memiliki kesamaan pada perjuangan para pendahulu dakwah pada situasi yang hampir sama namun berbeda zamannya.  Di Indonesia, mencapai angka 90 % orang-orang yang berstatus islam di KTP namun perilakunya tidak mencerminkan orang islam yang sebenarnya.
Perjalann dakwah & sasarannya di Mekah (selama 13 tahun) dan di Madinah (10 tahun), mempunyai pola bertahap. Awalnya dimulai dengan dakwah satu per satu yang berlanjut kepada dakwah terang-terangan. Seperti contoh Rohis SMAN 1 yang mampu sampai tahap masal dan terang-terangan melakukan dakwah secara terbuka bahkan sampai menjadi pementor/kadernya berada disekolah lain (salah satunya di SMAN 8 Bogor).
Perjuangan serupa dilakukan oleh sahabat Mushab bin Umair yang dipercaya melakukan dakwah ke Yastrib (sekarang Madinah) dan sampai membuka peluang jalan kepada Rasulullah saw. hingga mampu berdakwah secara terang-terangan. “keep person…”
Lihat yang berpengaruh pada suatu lingkungan, misal dalam lingkungan sekolah, pengaruhi (approach) wakasek sekolah beserta jajarannya (para guru) yang dapat memudahkan kita melakukan dakwah sekolah. Justru yang paling sulit adalah dakwah terhadap keluarga, bisa jadi kita menjadi orang yang sangat lemah didalam keluarga kita. Banyak benturan batin yang terjadi namun harus kita perbaiki melalui jalur dakwah, dengan bermodalkan ketegaran iman dari kita sebelum membujuk anggota keluarga.
Pada perkembangan dakwah (dengan bimbingan wahyu sampai tahap dakwah terang-terangan) yang mihwar, tahapan/fase sebelumnya tidak dihilangkan. Madar hayyah, pilar pembangunan tidak lepas dari pengembangan pribadi, keluarga dan masyarakat, tetap tidak ditinggalkan pengembangan pribadinya, kalau tidak bisa ambruk.
Rasul vs Musyrikin…
Tekanan kepada Rasulullah saw. oleh kaum musyrikin tidak dibalas dengan kejahatan oleh beliau. Banyak pendukung beliau terutama dari kalangan bawah, seperti Ammar, Yasir dan Bilal yang akhirnya mereka menjadi tokoh Assabiqunal Awwalun yang tidak bisa tergantikan.
“Seperti halnya para alumnus perang Badar, keampunannya lebih didahulukan.”
Memahami kondisi bahasa budak-atasan, merupakan kepandaian yang harus dimiliki pendakwah. Rasulullah saw. mampu berkomunikasi dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pamannya yang kaya dan para budak. Siapapun yang datang, harus segera didahulukan, pernah Abdullah bin Abdul Maktum (surat Abasa) tidak dilayani sehingga Rasulullah saw. ditegur langsung oleh Allah swt. sebagai orang bermuka masam.
Bagaimana dengan preman? Jangan ditunda-tunda, kalau sampai dia insyaf maka perekrutannya banyak. Mengapa? Karena ‘preman’ mempunyai pengaruh besar dalam lingkungan masyarakat.
Umar pernah berkata, “setiap perbuatan Rasulullah saw. ada pelajarannya dalam seluruh aspek dapat digunakan oleh manusia lain.” Yang mau masuk Islam secara kaffah, kondisinya sangat berat. Upaya penyebaran harus terus berlanjut. Siapapun kabilah yang datang segera samper dan damping dalam kebaikan.
Rasul yang dipilih Allah swt. sebagai Rasul terbaik karena kesabarannya, terdapat dalam surat 46 ayat 35:
35. Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.
Jihad untuk Al-Qur’an terdapat dalam surat 25 ayat 52:
 52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan Jihad yang besar.
Mendorong kemiskinan surat 73 ayat 10:
10. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
Sebenarnya, dengan kesaktian Rasulullah saw., bisa saja Rasulullah saw. berdo’a kepada Allah swt. agar masalahnya selesai. Namun apa yang dilakukan Rasul adalah berikhtiar melakukan aspek manusiawi. Saat perang Uhud, Rasulullah saw. terluka bahkan giginya tanggal. Bersabar ketika Bilal ditindih oleh batu oleh majikannya (sampai Abu Bakar membelinya) walaupun sebenarnya bisa saja berdo’a kepada Allah swt. karena tidak ada wewenang untuk membebaskan beliau. Tidak tinggal diam, Rasulullah saw. terus berusaha membantu sebisanya.
Derita kaum muslimin
Allah meneguhkan mereka orang-orang muslimin, ada kalanya keluhan itu datang dan Allah membela kaum yang muslimin. Ada 1 syair menarik, banyak orang mengeluh meski belum perang, Allah swt. menjawab do’a tersebut dengan tidak langsung, "bersabarlah sesungguhnya kami belum disuruh perang."
“Surga itu tidak murah, banyak pengorbanan meraih surga”
Esensi nilai perjuangan, jelas berbeda antara nilai gratisan & nilai yang upayakan. Meskipun sama rasa dan sama bentuknya, pasti berbeda asumsinya. Begitulah pelajaran terhadap kita dari perjuangan pendahulu Islam yang memperjuangkan keIslamannya dikala mereka berada dalam kondisi terdesak, diserang kaum musyrikin, surga adalah hal yang sangat dinantikan keberadaannya.
***
Karakteristik dakwah Rasulullah saw., menurunkan 82 surat Makiyyah dan 12 surat di Madinah. Adapun isinya, surat Makiyah fokus pada pengokohan aqidah dan perjalanan dakwah, adapun Madaniyah lebih banyak kepada kisah-kisah nabi terdahulu.
Adapun point-point dakwah di Makiyyah yang dapat kita pelajari yaitu:
1.      Tauhid
2.      Mengimani hari kiamat
3.      Mengimani Al-Qur’an dan Muhammad sebagai risalah
4.      Dasar hukum & akhlak mulia
5.      Kisah-kisah para nabi
6.      Perdebatan dengan kaum musrikin
***
1.      Tauhid
Perlu kita ketahui, sebenarnya kaum musyrikin menyaksikan bahwa Allah swt. sebagai pencipta (rububiyah-nya ada) akan tetapi mereka apresiasikan berupa wujud patung untuk fokus ibadah mereka, tercantum dalam surat ke-10 ayat 31:
31. Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka Katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"
[689] Sebagian mufassirin memberi misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.

2.      Mengimani hari kiamat
Kaum Musyrikin mengimani tentang adanya hitungan amal akant tetapi tidak menginginkan adanya kiamat. Mereka seolah hidup hanya untuk dunia, apa yang mereka usahakan itulah yang mereka dapatkan, hanya sebatas itu. Padahal sudah dijelaskan tentang adanya hari akhir (mulai dari kebangkitan, masyhar, perhitungan amal, dsb.) namun disitulah kelemahan mereka. Allah swt. berfirman dalam surat 31 ayat 40-41:
40. Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
41. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

3.      Al-Qur’an & risalah Rasulullah saw.
Banyak keimanan seorang muslim yang dipertanyakan ketangguhannya bahkan ketika Rasulullah saw. masih hidup, salah satunya adalah “Isra mi’raj.” Banyak kaum yang lemah iman bahkan sampai mengolok-ngolokan Rasul ketika peristiwa isra mi’raj, bahkan diterangkan dalam sebuah riwayat hanya satu orang yang membenarkan perkataan Rasulullah saw. yaitu Abu-Bakar ash Siddiq.
Kaitan antara umat terdahulu dengan umat saat ini, bisa jadi ada karakteristik sahabat yang timbul didiri kita (memirip-miripkan dalam hal kebaikan itu diperbolehkan). Abdurahman bin Auf seorang bisnisman, Khalid bin Walid seorang ksatria berperang. Bahkan bisa jadi kita adalah pergabungan dari sifat-sifat baik para sahabat yang melekat pada diri kita.
Mengapa Rasulullah saw. selalu menghadapi masa-masa sulit, padahal bisa saja beliau berdo’a kepada Allah swt. untuk dimudahkan dalam segala urusannya? Rasulullah saw. berusaha sebaik mungkin berusaha dalam bentuk manusia (yang bisa diikuti oleh umatnya). Kalau saja beliau melakukan cara-cara ghaib layaknya malaikat, mungkin banyak manusia yang tidak percaya terhadap beliau.
Termasuk dalam penyampaian dakwah yang tidak hanya sekali dilakukannya, bahkan sampai dianggap sebagai dongeng pagi dan petang. Al-Qur’an merupakan mukzizat terbaik Rasulullah saw. yang pada saat itu mengedepankan sastra. Dalam surat 18 ayat 1-3:
1. segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan[871] di dalamnya;
2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
3. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
[871] Tidak ada dalam Al-Quran itu makna-makna yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.

4.      Dasar hukum
Dasar hukum dan akhlak mulia (qulyatul khoms) mencakup banyak hal seperti ten commander-man, Birul walidain, ekonomi, politik, sosial dan yang lainnya agar lebih tertanam dan melekat disetiap umat. Bahkan Mushab bin Umair pun lebih memilih Islam meskipun harus menentang nyawa ibunya yang kafir dengan memboikot aksi mogok makan dan tidak sedikit umat muslim yang terpaksa perang melawan orang tua atau saudaranya sendiri saat perang Badar karena memilih Islam.
“Sabar = pahala besar”
Banyak desakan yang diterima Rasulullah saw. ketika menyampaikan kebenaran hukum yang harus diperbuat. Desakkan tersebut semakin menjadi ketika Abu Thalib-pamannya, meninggal dunia. Allah swt. menjelaskan dalam surat 16 ayat 90:
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
“Rasulullah saw. hanya membenci kekufuran, terhadap manusianya tetap beliau sayangi (meski dilemparkan kotoran, tetap beliau besuk saat sakit, bahkan yang pertama).”

5.      Kisah para nabi
Banyak kisah yang mengandung ibrah/pelajaran & bagi mereka yang berfikir, selalu berusaha menjaga kebaikan dari setiap kisah agar tidak terulang lagi dimasa selanjutnya. Hikmah yang teradapat dalam kisah, diterapkan terlebih dahulu oleh Rasulullah saw. sebelum sampai pada umatnya. Meskipun pada kenyataannya masih banyak juga orang yang ingkar, mudah-mudahan kita tidak termasuk didalam keingkaran tersebut.
Berat memang menyampaikan sebuah dakwah. Apalagi dengan kehidupan kita yang berbenturan antara pekerjaan dengan sekolah/pendidikan. Ingatlah bahwa kita masih bercucuran keringat, belum sampai bercucuran darah saat berdakwah. Surat 12 ayat 111:
111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Dan surat 6 ayat 90:
90. mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

6.      Perdebatan
Dakwah kita ini belum seberapa, belum sampai pada tahap berdakwah perdebatan.debatPerdebatan mujadalah, diskusi, ITJ, diskusi dengan Salafi Ilmu harus punya ilmu untuk debat.
KAMMI-HMI yang adu debat bahkan sampai banting kursi-meja, itu merupakan dampak dari perdebatan yang kurang disertai dengan akhlak. Adapun seorang Akbar Tanjung yang selalu tenang menghadapi perdebatan merupakan hasil dari pengalamannya yang tidak sedikit, ada ilmunya tersendiri. “Mengalah itu bukan kalah, dan sombong itu tidak selalu menang.”
Tentang debat, terdapat pada surat 21 ayat 22-24:
22. Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah Rusak binasa. Maka Maha suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
23. Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.
24. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku[956]". sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
[956] Kepercayaan tauhid itu adalah salah satu dari pokok-pokok agama yang tersebut dalam Al Quran dan Kitab-Kitab yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w.

Pelajaran penting:
·         Al-Qur’an menagguhkan Rasul dengan kisah terdahulu untuk lebih meyakinkan.
·         Tidak hanya do’a, harus ada upaya dan kerja keras.
·         Teriakan ke-Tauhid-an dengan lantang, bedakan antara hak dan yang batil.
·         Bagi kita yang memiliki ilmu, kuatkan keimanan orang lain yang masih kurang.
·         Ada sebab-akibat, aksi-reaksi, ada balasan di dunia maupun di akhirat, neraka untuk mereka yang jahiliyah (bodoh).
·         Jidal-hindari debat hal yang tidak penting karena dapat melemahkan. Diskusi ilmiah-pun yang diawali dengan kebaikan argument dapat kita hentikan kalau sudah sampai tahap perdebatan, tak ada gunanya.

Pertanyaan:
-          Mana yang didahulukan antara 2 organisasi yang kita ikuti bersamaan?
“Sesuai kebutuhan.” Totalitas terhadap sesuatu akan tetapi tidak boleh menjadi bunglon. Boleh berargumen lewat ketua (berbisik santun) atau mengungkapkan langsung dengan sopan.
-          Bagaimana tindakan kita terhadap status yang tidak bertanggung jawab?
Kita hanya bisa menjadi penengah, adapun asumsi orang mengatakan bahwa kita sok-alim, itu lebih baik ketimbang menjadi kompor kejahatan antar satu dengan yang lain.
-          Mengapa banyak yang anarkis saat berdakwah?
Contohnya FPI, sebelum mereka melakukan aksi anarki, telah dilakukan fiqr dakwah terhadap oknum yang bersangkutan. Kalau mereka tidak diapresiasi, mereka melakukan hal tersebut guna mempertahankan keislaman diwilayah mereka. Hal itu perlu dilakukan ketimbang kita mengalah pada sebuah kemaksiatan. Hanya saja media menyorot bagian anarki dengan komentar kekerasan tanpa mereka sorot bagian fiqr dakwah sebelumnya.
-          Posisi paling enak itu seperti apa dalam berdakwah?
Seperti halnya dakwah di SMAN 1 Bogor yang sangat terasa bahwa dakwah dapat dilakukan secara terang-terangan. Itu merupakan tahapan paling tinggi. Seluruh lapisan sekolah saling mendukung dan itu merupakan hasil dari perjuangan yang tidak sedikit. Pernah SMAN 5 Bogor dilarang melakukan dakwah karena sesuatu hal, dan adakalanya hal tersebut harus kita rasakan, toleran terhadap kondisi dan selalu mencari celah untuk memperbaikinya kembali.
Surat 5 ayat 54:
54. Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.

Semoga bermanfaat



Minggu, 25 Januari 2015

kisah Idris dan Delima - PAI SM 2

Cerita PAI: DELIMA CINTA (ayah Imam Syafii)
Senin, 19 Januari 2015
Oleh: Pak Natiq
           
“KISAH IDRIS DAN DELIMA”
Suatu hari seorang lelaki muda hendak berangkat mengaji, berjalan menyusuri pinggiran sungai. Tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah buah delima yang hanyut. Delima itu tampak matang dan ranum. Warna merah delima itu menggoda kerongkongan pemuda yang bernama Idris As Syafi’i. Tanpa menunggu lama, dengan sebilah tongkat kayu sambil menginjak tepian sungai, ia mencoba meraih delima ranum tersebut.

“Hupp….”

            Delima itupun sampai dalam genggaman. Dalam kondisi lapar, tanpa pikir panjang ia langsung meraup delima demi mengganjal perutnya yang keroncongan. Gigitan demi gigitan delima itu dilahap nikmat. Setengah delima telah masuk ke dalam penggilingan usus, barulah ia bertanya dengan dirinya,

“Siapakah pemilik delima ini?”

“Aku yakin buah ini pasti ada pemiliknya, yang kepadanya aku belum meminta ijin untuk memakannya.”
Demikian pertanyaan itu menghentikan gigitan yang masih menempel di mulut.
“Berarti pula makanan yang masuk kedalam perutku ini tidaklah halal bagiku. Oh Tuhan….Maafkan aku.” Itulah penyesalan yang muncul di dalam hati pemuda Idris.”
Lama dia termenung, teringat ajaran sang guru, bahwa makanan haram yang masuk kedalam badan dan pakaian yang haram yang menutup badan dapat menjadi suatu sebab terhambatnya doa.
“Oh Tuhan, ampunilah aku. Bagaimana caraku untuk membersihkan kesalahanku?” Itulah penyesalan yang tiada terbilang memenuhi relung hati sang pemuda beriman, Idris.
Setelah merenung bingung beberapa berselang, akhirnya diperoleh cara untuk menyelesaikannya, “Aku harus mencari pemilik delima, untuk meminta keikhlasan atasnya.” Akhirnya,pemuda Idris menyusuri tepian sungai, berusaha mencari pemilik delima tadi. Delima yang tinggal setengah masih pula di gengang sebagai bukti nanti kalau-kalau sang pemilik meminta kembali.
Cukup panjang ia menyuri sungai itu (melawan arus) akhirnya bertemu dengan sebuah perkebunan yang ditumbuhi pohon delima. Memanglah bahwa lokasi kebun itupun menjorok ke sungai.
“Dari pohon inilah barangkali delima yang hanyut yang kumakan tadi.” Idris terus mengamati pohon delima yang menempel di dahan-dahan sambil mencocokannya dengan buah delima yang ia makan. Ternyata sama persis.
Setelah ia yakin benar, lantas Idris bertanya untuk mencari pemilik kebun. Bertemulah ia kepada sang pemilik kebun. Tanpa gusar ia terus berkata kepada orang asing itu,
“Maaf pak, saya kesini untuk meminta keikhlasan bapak atas kekhilafan yang telah saya lakukan.” kata Idris membuka pembicaraan.
Lelaki paruh baya yang sudah ditumbuhi uban itu mengerutkan wajah dengan penuh heran. Pemuda asing yang datang ini langsung mengajukan permintaan yang sangat ameh baginya. Permintaan maaf yang diapun tak mengerti arah pembicaraan Idris.
“Apa gerangan yang membuat anda meminta maaf dan keikhlasan, padahal kita baru saja berjumpa? Saya sangat yakin tak ada kekeliruan diantara kita berdua.” jawab lelaki setengah baya.
“Begini pak. Dijelaskanlah semua permasalahan yang telah menimpa dirinya dari awal hingga pertemuan mereka. Mendengar penjelasan tersebut, lelaki paruh baya terkejut, “subhanallah”. Bibirnya sontak berujar memuji Allah.
Beberapa saat laki-laki separuh baya itu terdiam terhipnotis oleh akhlaq laki-laki asing yang berada di depannya.
“Baru kali ini aku melihat seorang laki-laki yang begitu bersemangat menjaga dan mencegah diri dari dosa, padahal bisa saja ia melupakan perkara itu begitu saja. Tapi laki-laki muda ini sangat aneh, dan jarang kutemui.” Pak Tua membatin dalam hati.
Lain halnya dengan pemuda itu, Idris justru dilanda kekhawatiran tiada terkira, jangan-jangan Pak Tua tak mau memaafkannya, “Bagaimana, pak, bisakah aku dimaafkan, dan delima yang aku makan diikhlaskan?”
Pak tua lantas memberi jawaban dengan wajah yang dibuat-buat agar menimbulkan keangkeran, “Aku mau menerima maafmu, asal kamu mau menerima persyaratanku.”
“Oh saya mau Pak, apapun persyaratan yang bapak ajukan, aku mau melakukan, asal bapak mau mengikhlaskan, ” sambut Idris berseri-seri, karena melihat peluang untuk dapat diampuni.
“Pertama kau harus bekerja dikebunku selama 3 bulan lamanya tanpa diberi upah.” (dalam riwayat yang lain sampai 1 tahun lamanya)
“Baiklah, saya usahakan!” jawab pemuda bernama Idris tersebut.
Lama bekerja hingga akhirnya ia dapat menuntaskan masalahnya, ia pun mendapatkan tantangan kembali oleh lelaki tua tersebut, menahan kehalalan delima yang sudah dimakan olehnya.
“Begini Nak, “kata Pak Tua mulai menjelaskan serius, “Aku punya seorang anak perempuan tunggal yang tuli, bisu, buta dan lumpuh.”
“Lantas?” tanya si Idris penasaran.
“Aku menghendakimu menjandi menantuku, mengawini putriku. Itulah satu-satunya syarat yang kuajukan agar delima yang telah engkau makan dapat aku ihklaskan, “jelas Pak Tua sejelas-jelasnya.
“Innalillah,” desis hati si Idris ketika mendengar penjelasan, \
“Bagaimana mungkin hanya untuk mendapatkan keikhlasan sebuah delima harus aku tebus dengan mengawini wanita cacat segalanya. Apakah cara ini cukup adil?”
Kelihatan sekali kening pemuda Idris berkerut, mempertimbangakan dan memikirkan keputusan yang sangat berat.
Pak Tua memperlihatikan pemuda Idris dengan seksama lantas bertanya malah terkesan setengah memaksa,
“Bagaimana Nak?” Memang itulah persyaratanku saja.”
Pemuda Idris terdiam, tampak memikirkan dengan begitu mendalam. Sejenak kemudian ia mengangkat wajah, mendesah berat, lantas memberikan jawaban,
“Kalau memang hanya cara itu yang bisa membuat Bapak memaafkan kesalahanku maka aku harus menyanggupinya wahai Pak Tua.”
Mendengar jawaban Idris, lelaki paruh baya itu tersenyum bahagia lantas bicara, “Aku ikhlas memberi ampunan, aku harap kau ikhlas menerima persyaratan.”
“Aku ikhlas, “tukas Idris lugas, sambil menyodorkan sebuah jabat tangan.
“Kalau begitu, sebelum aku mengawinkanmu, kupersilakan kau melihat calon istrimu dahulu, Kata Pak Tua, sambil mempersilakan pemuda Idris melihat calon istrinya di ruang tengah. Pemuda Idris segera beranjak, menuju ruang yang ditunjukkan. Dengan tangan sedikit kaku. didorongnya gagang pintu dengan hati berdebar tak menentu karena matanya akan segera menatap calon istri yang cacat segala rupa.
“Bagaimana bentuk wanita calonku ini, yang cacat segalanya, buta tuli, lumpuh, bisu?” Beberapa saat pintu terbuka hampir tak berbunyi. Di lihatnya sorang wanita jelita yang tampaknya sedanga merenda. Hanya dia dan tak ada lagi wanita lainnya. Bingung. Pintu ditutup kembali sama pelannya ketika ia membuka lantas menemui Ayah perempuan.
“Pak, aku tak melihat orang lain di dalam sana,kecuali hanya seorang wanita yang sedang merenda.”
Pak Tua tersenyum lantas berujar, “Dialah calon istrimu.”
“Oh Tuhan, bagaimana bisa begitu? Bukankah Bapak tadi menyebut calonku seorang buta tuli, lumpuh, bisu? Sedangkan yang didalam sana seorang wanita yang sangat jelita dengan muka ranum bak delima?” tanya pemuda Idris setengah tak percaya. Hatinya berdebar kencang.
“Bagini anakku. Dia memang buta dalam soal melihat kemaksiatan. Dia memang tuli dalam mendengar pembicaraan yang dapat menimbulkan murka Allah. Dia memang bisu untuk mengucapkan makian dan lumpuh karena tidak melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat, lokasi berkumpulnya syetan. Dia tak pernah bersentuhan dengan segala kemaksiatan, Itulah yang kumaksud bahwa dia buta, tuli, lumpuh, bisu. Karena itulah, tak ada pemuda yang layak menjadi suaminya kecuali orang sepertimu, yang juga menjaga diri dari segala hal yang berkaitan dengan dosa, haram, dan kemaksiatan.
Merekapun dinikahkan. Kebahagian meliputi perjalanan pasangan ini mengarungi bahtera rumah tangga. Karena niatan Lillah Billah dan Fillah, halangan demi halangan hanya Allah tempat terbaik dalam meminta dan berlindung.
Dari pasangan suami-istri yang terjaga dari dosa dan maksiat, haram dan kemungkaran ini, kemudian lahir seorang anak shaleh teladan, yang bahkan dalam umur enam tahun telah hafal Al-Quran. Dialah Muhammad bin Idris Assyafi’i yang tak lain adalah Imam Syafi’i.
Itulah kesabaran dari ayah seorang ulama besar sepanjang masa ini. Sang ayah begitu sabar dalam menahan dan menghindari makanan yang haram, ibu yang selalu menjaga kehormatan dan kesuciannya maka Allah pun mengabulkan do’a nya, menganugrahkan keduanya seorang anak yang saleh.

Semoga bermanfaat SM 2…

Thx pak Natiq

Kamis, 22 Januari 2015

Kultum SM 2015 minggu ke-2

Kultum SM 2015 minggu ke-2

“tidak boleh berkhianat”
Senin, 19 Januari 2015
Oleh: Reksa – pak Natiq

Suatu hari ada 3 anak sekolah yang bertemu seorang preman di gang sempit. Ketika mereka bertiga dipalak (dirampas uang sakunya), satu orang diantara pelajar tersebut berkhianat (berteman dengan preman) dan selamat dari pemalakan tersebut.
Pada hari yang lain, seorang pengkhianat tersebut dipalak kembali oleh orang yang lain dan ketika 2 orang temannya melihat kejadian tersebut, mereka enggan untuk menolongnya. Kesimpulannya janganlah kita berbuat khianat.
Mengapa ada preman? Mereka ada sebagai contoh yang buruk untuk kita. karena mereka kita harus berhati-hati agar dapat menyimpan harta kita ditempan yang aman. Mereka ada untuk kita jadikan referensi buruk dalam kehidupan ini. Mau jadi contoh yang buruk dan mendapat dosa? Innalillahi…

“kisah wanita sebatang kara yang tegar”
Selasa, 20 Januari 2015
Oleh: Raka 2 – pak Zul
’’Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahiliah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum tobat, maka Allah akan memotongnya bagai pakaian dari uap api neraka. 
-HR Imam Majah
Pada suatu hari, Abul Hassan pergi ke Baitul Haram. Ketika tawaf, tiba-tiba dia melihat seorang perempuan cantik yang wajahnya begitu bersinar dan berseri.
’’Demi Allah, aku belum pernah melihat perempuan secantik itu dan wajahnya selalu terlihat gembira. Apa- kah perempuan itu tidak pernah bersusah dan bersedih hati?” kata Abul Hassan.
Perempuan itu mendengar apa yang diucapkan Abul Hassan, lalu dia bertanya.
”Apa yang kaukatakan, Saudaraku?” tanya perempu­an itu. ’’Demi Allah, aku selalu terbelenggu oleh perasaan sedih dan duka dikarenakan risau. Tidak ada seorang pun yang mau peduli dengan apa yang kurasakan ini.”
’’Persoalan apa yang membuatmu risau?” tanya Abul Hassan.
”Aku memiliki dua orang anak yang sudah dapat bermain sendiri dan satu anak lagi yang masih kususui. Sua­tu hari suamiku sedang menyembelih kambing kurban. Ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anak pertamaku berkata kepada adiknya, ’Hai adikku, maukah aku tunjukkan kepadamu bagaimana ayah menyembelih kambing?’ ’Ya, aku mau,’ jawab adiknya. Sang kakak lalu menyuruh adiknya berbaring dan kemudian menyembelih leher adiknya.” Perempuan itu bercerita. ”Lalu apa yang terjadi?” Abul Hassan penasaran. ’’Sang kakak ketakutan melihat darah yang keluar dari leher adiknya. Ia kemudian lari ke atas bukit. Nahas baginya karena dia dimangsa oleh buaya. Ayahnya ke­mudian mencari anaknya hingga ia pun mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju periuk yang berisi air panas. Ditariknya periuk itu dan tumpahlah air panas menyiram tubuhnya hingga melepuh seluruh kulit badannya. Kejadian itu terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain. Ia pun jatuh dan pingsan hingga menemui ajalnya. Kini, aku tinggal sebatang kara.”
Abul Hassan tertegun mendengar cerita si perempu­an cantik itu. ’’Bagaimana kau bisa sabar menghadapi semua musibah hebat itu?” tanyanya kemudian.
”Tak seorang pun dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan di antara keduanya dan menemukan jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaikinya, maka hal itu baik dan terpuji aki- batnya. Adapun mengeluh, maka ia tidak mendapat ganti atau sia-sia belaka,” jawab perempuan itu.
"Kesabaran harus dimiliki setiap orang ketika menerima sibah dan cobaan dari Allah karena  Allah akan mengganti kesabarannya di dunia dengan-Nya menjadi kekasih-Nya dan ketika di akhirat akan Menggantinya dengan surga. 

manfaat sholat
Rabu, 21 Januari 2015
Oleh: Shaumi – bu Yunda

            Shalat menurut istilah artinya berdo’a. Dalam harfia, shalat mempunyai arti yaitu kesatuan gerakan beserta bacaannya tersendiri dari mulai takbir sampai salam. Melaksanakan shalat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh (sesuai dengan rukunnya). Shalat merupakan tiang agama yang harus dilaksanakan setiap waktunya, 5 waktu dalam sehari (yang wajib) dan banyak juga macam-macam shalat sunnah. Barang siapa meninggalkan shalat maka ia sudah melakukan dosa besar.
            Ingat kisah temannya bu Yunda, kita tidak boleh meremehkan manfaat shalat. Al kisah, temannya bu Yunda yang rajin shalat dhuha berdo’a kepada Allah swt. mengeluhkan segala aktifitasnya, al hasil ia selalu dimudahkan urusannya ketimbang orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.

surga itu berat
Kamis, 22 Januari 2015
Oleh: Daris SM 1 – Mr. Dee

            Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Neraka tertutup oleh berbagai syahwat dan hawa nafsu sedangkan surga tertutup oleh berbagai kesukaran dan keberatan.”

(Bukhari – Muslim)

            Beruntunglah kita sebagai umat yang terlahir dalam keluarga Islam, merupakan nikmat yang tidak terbatas untuk kita. Bayangkan kalau kita terlahir di tempat yang jauh dari Islam, bisa dibayangkan betapa sulitnya untuk mencari kebenaran. Sungguh sangat disayangkan kalau ada orang murtad karena kurangnya iman di dalam pribadi seorang makhluk.
            Surga itu tidak murah, ada bayaran yang sangat mahal untuk kita memasukinya. Bayangkan kalau surga itu murah, mungkin orang kaya bisa membelinya. Adapun kita melakukan shalat itu karena sebagai jaminan ibarat kita membayar asuransi. Bedanya shalat di tujukan kepada Allah swt.
           

            

Rabu, 21 Januari 2015

senin spirit 19 januari 2015 supir bajaj

Senin Spirit: “SUPIR BAJAJ yang MULIA”
Senin, 19 Januari 2015
Oleh: bu Diena Syarifa

            Teman-teman tahu bagaimana caranya kita meningkatkan kompetensi diri kita? Salah satu cara yang menyenangkan adalah menonton film motivasi setiap malam akhir pekan (menjelang libur) bersama keluarga). Itulah yang biasa dilakukan oleh bu Diena bersama keluarga tercintanya, tidak hanya kedekatan yang diperoleh, ilmu barupun insyaa Allah akan didapatkan. Ingat! Film motivasi... (bisa disarankan setiap kali raker/berkumpul dengan teman-teman)

Mengapa judulnya supir bajaj? Kisah ini diambil di Mumbai, India, ketika bu Diena melakukan perjalanan kesana untuk melakukan study bersama teman-temannya. Sama seperti yang ditayangkan di televisi, kondisi di India benar-benar penuh dengan sangat beragam kegiatan yang ada disana. Dari sekian banyak petualangan seru yang dapat diamati disana, langkah bu Diena justru terhenti disebuah area parkir bajaj, angkutan khas yang berada di Mumbai.

Dari sekian banyak supir bajaj yang menunggu penumpang datang dengan kegiatannya masing-masing, ada satu orang yang sangat special dan berbeda dari supir kebanyakan. Seorang bapak-bapak yang sudah separuh baya justru sibuk merapikan lapaknya sebelum menunggu penumpang datang.

Tidak hanya itu, ditempatnya ada beberapa tumpukan buku dan majalah ternama seperti TIME dan NATIONAL GEOGRAPHIC untuk dia baca dan diperuntukan kepada orang lain yang menunggu. Area sekitar bajaj miliknya, memiliki keunikan tersendiri sehingga bu Diena menghampiri supir bajaj tersebut dan bercerita dengannya.

Ternyata, supir bajaj yang satu ini merupakan mantan karyawan perusahaan terkemuka yang mengundurkan diri karena perusahaan tempat dia bekerja mengalami kebangkrutan. Kebiasaan baik yang pernah ia dapatkan ditempat kerjan sebelumnya, membuat ia menjadi orang yang disiplin dan memahami aturan menejemen.

Sebagai orang yang berpendidikan, ia tidak pernah berbuat curang selama menjadi supir bajaj. Berangkat pukul 08.00 dan pulang pukul 22.00 (jam 10 malam). Bisa dibayangkan, jobdesk dan incomenya mungkin tidak sesuai dengan kompetensi yang ia miliki, namun beginilah hidup. Ia justru sangat total menjadi supir bajaj sebagai salah satu langkahnya mencari penghasilan hidup.

Disamping itu, setiap hari libur (akhir pekan), ia selalu menjadwalkan dirinya untuk pergi ke panti jompo perempuan untuk memberikan kepada mereka sedikit bingkisan/sembako berupa pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi dan shampo yang terjangkau harganya. Mengapa jompo perempuan? Karena ia selalu terbayang ibunya.

Sulit dibayangkan, ada orang yang berperilaku bijak terhadap kehidupannya untuk berbagi dengan orang lain. Walaupun tidak banyak akan tetapi kegiatan ini rutin ia lakukan diakhir pekan. Tidak hanya itu, di salah satu stiker di ‘ruang tunggu’ miliknya, tertuliskan:

“Diskon 50 % untuk lansia dan diskon 25 % kepada orang-orang cacat.”

Harga ini diperuntukkan kepada pelanggan bajaj milikknya, adapun kekurangan-kekurangan tarif tersebut, ia ambil dari pelanggan lain yang dirasa memiliki rizki lebih banyak (untuk memberikan ongkos lebih kepadanya). Secara tidak langsung, ia sudah mempraktekkan sistem “subsidi silang” dalam lingkup yang kecil dan sangat bermanfaat bagi orang lain.

Mendengar dari ceritanya, ia memiliki pengetahuan yang cukup luas, ketika disinggung negara Indonesia, ia mengetahui banyak tentang negara Indonesia meskipun dirinya belum pernah ke Indonesia. Informasi yang ia ketahui ia dapatkan dari surat kabar/majalah yang dibacanya.

Yang membuat dirinya senang menjadi supir bajaj (hampir 4 tahun lamanya), ia dapat berkomunikasi langsung dengan pelanggan dan membantu mengantarkan orang lain sampai tujuannya. Salah satu pekerjaan mulia karena jasanya tidak sia-sia menurutnya.

Dalam obrolannya tersebut, supir bajaj itu sempat memperlihatkan kepada bu Diena tentang kantung plastik yang hendak ia berikan kepada panti jompo. Beli barangnya secara dicicil tidak langsung. Sederhana tetapi sangat luar biasa. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua ini.

Semoga bermanfaat





Selasa, 20 Januari 2015

Kultum SM 2015 minggu ke-1

Kultum SM 2015 minggu ke-1

“…akan dibuatka rumah di surga-Nya”
Oleh: Boy – SM 1 & Mr. Dee
Selasa, 13 Januari 2015

Hadist Bukhori:
“barang siapa yang pergi ke Mesjid untuk beribadah (mendirikan shalat) kepada Allah swt. diwaktu pagi, siang, sore dan petang, maka baginya ada kebaikan, yaitu akan dibuatkan rumah di dalam surga Allah swt.”
(kurang lebih seperti itu isi yang disampaikannya)
            Disadari atau tidak, (khusus ikhwan) sebenarnya banyak sekali manfaat kalau kita melakukan shalat wajib berjamaah dimesjid. Bahkan hukumnya wajib untuk ikhwan. Disamping kita dapat mengenal satu sama lain, banyak rahasia Allah swt. berupa kebaikan-kebaikan yang tak terhingga ukurannya.
                Salah satu pahala terbesar dari kehadiran kita di mesjid yaitu pahala umrah yang dapat kita setiap hari dengan cara beribadah (iktikaf) didalam mesjid dari mulai subuh sampai waktu syuruk (sekitar pukul 06.15). Kita dapat mengisi kegiatan kita pada waktu itu dengan berdzikir, tilawah, bertasbih atau kegiatan-kegiatan peribadatan lainnya. Ditutup dengan shalat sunah syuruq 2 rakaat sebelum pulang dikali pagi menyingsing. Itu hanya salah satu, belum lagi dengan kebaikan lainnya. Yuk shalat jamaah dimesjid!

“awali segalanya dengan membaca Basmalah”
Rabu, 14 Januari 2015
Oleh: Ibnu & pak Dhinar

Ibnu: Sebaiknya segala sesuatu itu diawali dengan ucapan Basmalah, "Bismillahirrahmanirrahim."
Kandungan dalam Al-Qur'an itu sangat banyak sekali kalau kita kaji. Dari 114 surat yang terdapat didalam Al-Qur'an, ada 1 surat yang wajib kita amalkan selalu, yaitu surat Al-Fatihah. Dari surat Al-Fatihah yang berjumlah 7 ayat, ada 1 ayat yang wajib kita amalkan selalu yaitu ayat 1, Basmalah. Tidak salah kalau kita membaca basmalah, justru sangat dianjurkan karena dari Basmalah kita belajar tentang 2 sifat Allah swt. yaitu mengasihi dan menyayangi.

“Jilbab, I’m in love”
Kamis, 15 Januari 2015
Oleh: Alif (SM 2) dan Pak Okwan

            Ada banyak akhwat yang biasa dipanggil perempuan disinetron yang menjadi anak SMA memakai kerudung tetapi memakai rok pendek. Hmmm, untung saja akhwat di SM memakai jilbab dan memakai pakaian yang sopan semua. Ingatlah ada Allah swt. selalu mengawasi kita. untuk ikhwan jangan coba-coba pegang akhwat.

Sebagai seorang muslim, baik ikhwan maupun akhwat harus menutup aurat. Teman-teman sudah pasti mengetahui batasan-batasannya. Pakaian dapat menentukan derajat seseorang, khususnya akhwat. Saking berharganya, hanya muka dan telapak tangan yang diperlihatkan, selebihnya hanya muhrimnya yang boleh mengetahui.

Akhwat yang baik tidak mengenakan pakaian yang tembus pandang dan mengikuti bentuk tubuh. Banyak hal yang bisa mendatangkan kejahatan kepada dirinya. Meskipun tidak melakukan apa-apa, hanya lewat saja, bisa membuat orang yang melihatnya berbuat jahat. Banyak mudhorot kalau akhwat memakai pakaian yang tidak baik.

Apa itu Muhrim? Muhrim adalah orang yang ihram, orang yang mempunyai tali persaudaraan. Sudah diatur agar satu sama lain saling menghargai. Oleh karena itu, dimohon dengan sangat untuk saling mengingatkan agar kita tidak melakukan kejahatan.

Ada 1 cerita, suatu ketika ada sekolah swasta yang melakukan study tour ke Bali. Mereka pergi menggunakan bis, sesampainya disana, mereka tidur dihotel. Guru dan murid ada kamar sendiri (masing-masing kamar terdiri dari 5 orang). Ini kisah nyata, tapi jangan sampai ditiru (agar kita tidak terjebak).

Karena mereka jarang kumpul, segerombolan ikhwan ditengah malam berkumpul disuatu kamar. Ada sekitar 13 orang, yang kurang lebih membahas tentang akhwat dan pembahasan lainnya. Lalu, apa yang mereka lakukan? Ada 5 orang pelopor yang berbuat tidak baik, mereka mengoplos minuman keras dengan baygon. Tanpa berfikir panjang, mereka mencobanya aga terlihat keren. 8 orang yang dicekokin (orang baik) ikut mencoba meminum oplosan tersebut. Salah seorang dari mereka langsung OD (ovedosis).

Merasa terganggu, kamar sebelahnya melaporkan kepada petugas hotel dan mereka ditemukan mabuk sekarat. Mulut berbusa, badan kejang dan ada beberapa bukti berupa Baygon dan minuman keras. Kaget? Jelas! Orang tua mereka langsung menyusul dan segera menyelamatkan mereka. Akhirnya mereka dirawat dirumah sakit dan masih selamat.

Orang yang baik dan buruk itu ada. Meskipun yang 8 orang adalah orang baik, namun kalau imannya bobrok, bisa dengan mudah dihasut. Tidak melihat siapa yang baik dan siapa yang kurang baik. Kesempatan baik dan buruk itu selalu ada, oleh karena itu berhati-hatilah.

Kisah ke 2, tentang kunjungan SMA swasta (bahkan islamik) di Indonesia yang pergi ke Bali namun hotelnya berbeda. Kalau kasus pertama ikhwan, kalau sekarang tentang akhwat. Begitu sampai kota tujuannya, malam harinya mereka berkumpul (para akhwat), turun dari hotel dan berenang ditengah malam dengan hanya menggunakan pakaian dalam. Dan tidak sampai disana, mereka foto bareng dan di upload di sosial media. Astagfirullahalazim…

Ternyata yang bisa disimpulkan adalah pondasi iman seseorang yang membedakan semua. Tidak melihat anak ustad atau kiayi, kalau imannya rendah, pasti akan berbuat sesat. Teman-teman yang masih remaja, memiliki buku catatan kebaikan dan keburukan masing-masing. Untuk menjadi Islam yang benar-benar Islam, merupakan sesuatu yang tidak sulit dan tidak mudah.

Insyaa Allah kalau di SM teman-teman semua Mestakung (semesta mendukung) atau Kangkung (karena Allah swt. mendukung). Cerita diatas dapat menjadi referensi terburuk untuk kita. semoga kita tidak termasuk didalam cerita diatas.

1 lagi, cerita dari pak Okwan, tanggal 11 kemarin, pak Okwan undangan ke Tebet-Jakarta dan disana, didalam Mesjid, pak Okwan melihat ada bir, bir pletok, minuman khas Betawi. Setelah itu pak Okwan foto salah seorang konsumen bir tersebut diupload dan tidak ada yang komentar istigfar. Karena memang tidak memabukkan itu diperbolehkan. Hanya campuran rempah-rempah dan jahe untuk penghangat badan.