Jumat, 13 Februari 2015

Kultum SM minggu ke 5

Kultum SM 2015 minggu ke-5

“Bentuk JIHAD”
Senin, 9 Februari 2015
Oleh: Saga-SM 2 & Pak Bagus

            Teman-teman, banyak sekali bentuk jihad yang dapat kita lakukan untuk memperjuangkan agama Allah swt. Tidak hanya dalam bentuk berperang dan menumpahkan darah, menuntun orang lain dalam kebaikan juga termasuk dalam jihad dijalan Allah swt. Kita tidak perlu mempertaruhkan nyawa dimedan perang demi mendapatkan pahala jihad, memperbaiki akhlak orang lain juga termasuk Jihad. (kultum tanpa persiapan, applause…)
            Ada 3 amalan yang sangat disukai oleh Allah swt. diantaranya:
1.      Shalat tepat waktu
2.      Birrulwalidayn (berbakti kepada orang tua)
3.      Jihad dijalan Allah swt.
Dari ketiga amalan tersebut, Jihad merupakan amalan level 3 yang sangat disukai Allah swt. benar kata saga, kita tidak perlu mempertaruhkan nyawa karena mengajak orang kufur kepada kebaikan juga termasuk kedalam jihad.
Adapun jenis jihad (perang) yang dilakukan Rasulullah saw. merupakan perang yang memperhatikan “kode etik perang.” Salah satu contohnya adalah ketika perang Badar. Dalam perbandingan 1:3 dan 1:4 (313 tentara melawan seribu orang kafir), Rasul memperingati pasukannya untuk
·         Tidak membunuh wanita dan anak-anak
·         Tidak membunuh orang tua yang sudah uzur/rentan
·         Tidak menghabiskan pasokan makanan musuh
·         Tidak menyerang musuh yang sudah menyerah
Adakah model perang yang dilakukan demikian selain Rasulullah saw.? Zaman sekarang kita banyak melihat peperangan yang tidak beradab. Pesawat Malaysia yang ditembak teroris, peperangan antar negara, dan lain sebagainya merupakan model perang yang tidak berperikemanusiaan. Kita tidak perlu menunggu masa perang, minimal mengingatkan orang lain kedalam kebaikan merupakan jenis kebaikan dalam bentuk jihad.

“tentang orang tua dan sedekah 1 gantang”
Selasa, 10 Februari 2015
Oleh: Rafa-SM 2 & Pak Natiq
            Dalam sebuah hadist dikatakan, “Kasih sayang orang tua lebih utama dibandingkan dengan sedekah 1 gantang (takaran).”
            Kewajiban orang tua adalah merawat dan mendidik anaknya sampai usia baligh. Berbicara tentang kewajiban, ada juga hak yang perlu diperhatikan yaitu balas budi seorang anak kepada orang tuanya. Tidak boleh kita menuntut seenaknya kepada orang tua tanpa kita berikan hak mereka. Minimal dengan membeli pulsa dengan uang sendiri.
            Berapapun jumlah uang yang kita keluarkan untuk mengganti jasa orang tua itu tidak akan pernah bisa tergantikan. Begitupun kita, yang kelak akan menjadi orang tua, harus bisa merawat anak-anak kita.
            Sebelum kita memberikan jumlah yang banyak untuk bersedekah, sebaiknya kita melaksanakan kewajiban kita yang lain terlebih dahulu, seperti membayar zakat atau pergi haji. Sedekah itu banyak macamnya, minimal dengan memberikan senyum kepada orang lain, itu juga sudah termasuk kedalam bentuk sedekah.
So, sudahkah kita berbakti hari ini? Yuk kita lakukan!

“Jangan marah!”
Rabu, 11 Februari 2015
Oleh: Achrellmo-SM 1 & Pak Bagus
Dari sebuah hadist, pernah ada seorang meminta kepada Rasulullah saw. dengan nada yang keras, “berikan aku sebuah nasihat!” dan ucapan tersebut terulang sampai 3x banyaknya. Rasulullah saw. menjawab, “jangan marah.”
perdamaian
Oleh: Mulki-SM 3
            Ada 2 orang yang bersahabat, kita sebut saja A dan B. Suatu hari mereka pergi kemping ke sebuah gunung. Tidak sengaja A jatuh kejurang dan meninggal dunia. Kemudia B datang menghampiri keluarga A namun tetap saja keluarga A tidak mau memaafkan sehingga keluarga A menyerang keluarga B. Tidak menerima dengan perlakuan tersebut, keluarga B membalas dan menghubungi semua rekannya hingga terjadilah peperangan.
            Akhirnya pertikaian tersebut diakhiri dengan sebuah perdamaian dari kedua belah pihak. Tidak ada untuknya kalau kita marah-marah. Salah satu cara menenangkan amarah yaitu dengan cara duduk tenang dan berbaring, kalau belum reda juga, berwudhulah. Akan tetapi lebih baik lagi jika kita tidak marah. :D

“Berjudi itu haram”
Kamis, 11 Februari 2015
Oleh: Rifqi-SM 1 & Pak Natiq
“barangsiapa memainkan dadu (berjudi), maka ia seperti mencelupkan tangannya kedalam darah babi.” (HR. Bukhori).
Intinya berjudi itu haram!
            Memainkan dadu masih diperbolehkan dalam sebuah permainan yang bukan judi (tidak ada uangnya) seperti monopoli, ludo, dsb. Bahkan seiring perkembangan zaman, perjudian yang dilakukan oleh manusia tidak hanya dilakukan dengan media dadu, tetapi dengan cara yang lain. Salah satu contohnya adalah, “jika nilai TUC saya lebih tinggi dari engkau, maka engkau harus mentraktir saya.” Berbeda konteksnya dengan sebuah nadzar.
            Zaman dulu, disamping dadu ada juga perjudian sejenis catur yang dilarang oleh sebagian ahli ilmu karena dapat mengganggu pemikiran manusia, memikirkan seekor kuda yang bisa makan Raja. Dampaknya bisa mengganggu waktu shalat kaum muslimin. Hmmm… boleh saja main catur asalkan masih ingat waktu.
            Termasuk didalam judi yaitu ada togel dan variasinya seperti mainan anak “cabut-cabutan angka.” Tidak boleh kita ikut memainkan permainan tersebut, demi mendapatkan hadiah besar, kita merelakan ribuan rupiah tanpa hasil yang pasti. Menggantungkan harta kita dengan sesuatu yang salah. Sebaiknya hindari segala macam judi, apapun itu.


Semoga bermanfaat

Minggu, 01 Februari 2015

senin spirit: jembatan goyang

Senin spirit SM SAB
Senin, 26 Januari 2015
Oleh: pak Okwan Himpuni

“JEMBATAN KEHIDUPAN”
Terceritakanlah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang anak dan ayah yang sangat senang berdiskusi tentang masalah filosofi kehidupan dunia. Anaknya mengalami cacat fisik yaitu tidak memiliki tangan kiri karena kecelakaan, sedangkan ayahnya adalah seorang yang bijak.

Suatu hari mereka pergi ke jembatan gantung, tempat banyak orang berlalu lalang beraktifitas diatasnya. Ayahnya melakukan hal tersebut guna untuk memotivasi anaknya untuk bisa melewati jembatan gantung tersebut (yang belum pernah dilakukan oleh anaknya). Kondisinya, jembatan tersebut selalu bergoyang-goyang ketika ada orang lain yang melewati jembatan gantung itu.

Sang anak merasa ketakukan pada awalnya hingga akhirnya ayahnya menginstruksikan bahwa ia akan melewati/menyebrangi terlebih dahulu, yang kemudian disusul oleh anaknya dengan arahan dari sang ayah disebrang jembatan. Sang anak menyanggupinya.

“Lihat ke depan jalan!” pesan ayahnya seraya beranjak mendahului anaknya.

Grogi, takut, cemas dan beragam perasaan lainnya tercampur menjadi satu. Satu hal yang ingin ia capai adalah menyebrangi jembatan tersebut meskipun dengan kelemahan fisiknya. Tiap kali ada orang lain yang mendahului, jembatan gantung tersebut bergoyang-goyang dan membuat anak itu semakin ketakutan, terlebih hanya tangan kanan yang dapat ia andalkan.

Setelah lama berjalan, akhirnya ia dapat menyelesaikan tantangan ayahnya. Betapa bahagianya paras anak itu setelah sampai digaris akhir. Dengan bangga ia merayakan keberhasilannya dengan ucapan syukur yang tiada henti-hentinya.

Sambil berjalan mendekati anak, sang ayah mencoba mendekati anaknya dan membawanya kembali ketengah jembatan goyang untuk memberikan suatu hikmah disana, sang anak pun dengan berani mengikuti ayahnya karena tangannya dituntun erat-erat oleh ayahnya.

“Apa yang kamu rasakan?” Tanya ayah kepada anaknya ditengah jembatan.

“Rasa takut yang luar biasa, ketika berada disini, aku berupaya semaksimal mungkin agar sampai ke tempat tujuan,” jawab anak tersebut sembil menahan ketakutannya.

“Hmm, begitulah hidup, dunia ini hanya bersifat sementara, seperti perjalanan kita melewati jembatan gantung ini. Dibutuhkan nyali dan keberanian agar kita sampai pada tujuan kita yang sebenarnya, menyelesaikan segala bentuk ujian yang menimpa kita, jangan tergoda dengan yang lain.” Ucap ayahnya.

“Coba lihat kebawah, apa yang kamu lihat, Nak?” Tanya ayahnya kembali.

“Jurang yang sangaaaaaatt dalam, entahlah kita bisa kembali atau tidak kalau sudah terjatuh kedalamnya.” Jawab sang anak secara spontan.

“Kehidupan juga seperti itu, Nak. Adapun kalau kita melihat kebawah (hilang fokus menjalani hidup) dan kita terlena hingga kita terjatuh kedalamnya, kita gagal menyebrangi kehidupan ini, kita gagal mencapai tujuan terbaik dalam kehidupan ini. Meskipun orang yang sudah terjatuh mampu kembali lagi ke jembatan ini, namun tidak semudah yang kita bayangkan. Orang yang sudah terjatuh berkemungkinan besar hidupnya tidak akan selamat, entah itu tenggelam, tersesat bahkan sampai meninggal dunia. Tentunya kita tidak mau hal itu terjadi bukan?”

***

Hikmah dari kisah diatas adalah:

·         Apapun bentuk tubuh kita dan bagaimanapun kondisinya, itulah tubuh terbaik yang kita miliki yang Allah swt. kehendaki untuk kita. Selalu syukuri hal itu jangan pernah kita berhenti bersyukur karena kekurangan kita. Hindari membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain secara fisik.
·        
Hidup kita ini seperti sebuah pohon. Kita dituntut agar selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam kehidupan kita, meraih cita-cita sebanyak daun yang rindang pada sebuah pohon. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa kita penuhi seluruhnya, keterbatasan kita hanya mampu menjadi ranting-ranting/dahan pohon untuk cita-cita yang lebih luas. Meskipun hanya sedikit yang dapat kita lakukan, pastikan perbuatan baik kita itu adalah perbuatan yang total dan mempengaruhi orang lain. Seperti halnya MLM yang memiliki banyak downline, teruslah berbuat kebajikan.

Semoga bermanfaat



Kamis, 29 Januari 2015

Kultum SM 2015 minggu ke-3

Kultum SM 2015 minggu ke-3

“tidak boleh meledek orang tua orang lain”
Senin, 26 Januari 2015
Oleh: Zalfa SM 2 – pak Bagus

Hadist bukhari
“Barang siapa meledek orang tua orang lain dengan kata-kata ejekkan, maka ia telah meledek orang tuanya sendiri.”
3 amalan yang sangat dianjurkan/disukai oleh Allah adalah
·         Shalat tepat waktu
·         Berbakti pada orang tua
·         Jihad fisabilillah
Ketiganya disusun berdasarkan kepentingannya, yang paling utama tetap shalat tepat pada waktunya. Untuk hal berbakti pada orang tua, jika kita meledek orang tua teman kita, maka secara tidak langsung kita meledek orang tua sendiri, bahkan lebih parah. Oleh karena itu sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan oleh teman-teman semua.

“Rizkiiiiiii……”
Selasa, 27 Januari 2015
Oleh: Raihanna Ath Thaya & bu Rizky

Rizky secara umum terbagi menjadi 3, yaitu:
1.      Rizky yang dijamin
6. “dan tidak ada suatu binatang melata[709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[710]. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
(QS. Huud ayat 6)

2.      Rizky yang digantungkan
11. “bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
(QS Ar Ra’d ayat 11)

3.      Rizky yang dijanjikan
7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
(QS Ibrahim ayat 7)
Cara termudah mendapatkan rizky adalah mensyukuri rizky yang ada. Jangan pernah takut oleh rizky yang belum ada, tetapi takutlah belum mensyukuri rizky yang sudah ada. Syarat bersyukur diantaranya:
·         Hati yakit tidak ada pemberi karunia selain Allah swt. bukan perusahaan yang menjamin kita gaji, orang tua, gelar atau keterampilan .tetapi hanya dari Allah swt.
·         Afdholu doa “alhamdulillah” orang yang ahli bersyukur selalu memuji Allah dalam setiap kejadian
·         Orang yang ahli syukur selalu berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan rizky
·         Gunakan nikmat untuk mendekat kepada Allah. Punya kening untuk banyak bersujud, punya mata untuk digunakan membaca Al-Qur’an, punya mulut digunakan untuk banyak berdzikir , punya uang digunakan untuk menolong banyak orang.
Dari Abu Hurairah,Nabi Muhammad saw bersabda:
“tidak dikatakan syukur pada Allah swt bagi siapa yang tidak tahu berterimakasih pada manusia.” HR abu daud no. 4811 dan turmudzi no 1954

Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling tahu berterimakasih kepada hamba yang dijadikan jalan karuniaNya. Demikian terimakasih… (Bu Rizky terharu namanya disebut-sebut). :-)

“keutamaan Al-Qur’an”
Rabu, 28 Januari 2015
Oleh: Sekar dan Bu Sonia
            Al-Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan kitab yang terdahulu, yaitu Taurat, Zabur dan Injil. Didalamnya terdapat banyak keutamaan yang wajib kita imani serta beragam penjelasan terkait hal-hal yang diperintah dan larangan Allah swt. Merupakan pedoman hidup manusia untuk semua kalangan, tak terkecuali.
            Didahului oleh pengantar dari surat Al-Baqarah ayat 2: “Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang beriman.” Alangkah ruginya kita kalau kita lalai menjalankan hidup tanpa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Perlu kita ketahui, sangat banyak ilmu (bahkan semua ilmu) bersumber dari Al-Qur’an. Mulai dari hitungan wasiat, zakat bahkan sains dan matematika terangkum didalam Al-Qur’an, asalkan kita mau mengkajinya. Semoga teman-teman mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Pengalaman sendiri”
Kamis, 29 Januari 2015
Oleh: Qonitan SM 3 dan bu Fia
            Setiap hari Qonitan selalu menaiki angkot 03 sebagai alat transportasinya beraktifitas, menuju kerumah dan kesekolah. Suatu hari ketika hendak pulang kerumah, Qonitan melewati stasiun Bogor (rute angkot 03) dan seperti biasa ia melihat berbagai macam pedagang yang berjajar disana.
Tampak disalah satu pedagang jam tangan kaki lima ada seorang kakek yang membelikan jam tangan untuk cucunya (terlihat seperti cucu) yang berusia sekitar 8-9 tahun. Setelah mereka bertransaksi, mereka menaiki angkot 03 yang ditumpangi juga oleh Qonitan. Didalam angkot, sang cucu terus menggerutu karena tidak suka terhadap jam tangan yang telah dibelikan oleh kakeknya tersebut. Merasa iba, Qonitan menegur anak tersebut untuk bisa mensyukuri rizky yang telah anak itu dapatkan.
***
Bersyukur merupakan hal yang sangat mudah untuk kita lakukan, namun hanya sedikit orang yang dapat bersyukur terhadap nikmat yang telah didapatkannya. Padahal bisa saja sang kakek beranjak pergi meninggalkan cucunya tanpa dibekali apa-apa, bahkan bisa aja sang kakek tidak membelikan jam tangan kepada cucunya yang durhaka tersebut. Apa kewajibannya, hanya seorang kakek, bukan orang tuanya ataupun siapa-siapanya.
Alangkah lebih baiknya kalau sang anak berterima kasih kepada kakeknya. Sebagai seorang anak, kita tidak boleh menuntut apapun (apalagi yang memberatkan) kepada orang tua kita, karena perlu kita ketahui pengorbanan orang tua itu tidak akan pernah bisa kita balaskan.
Jangan sampai kita sombong dan mengancam terhadap orang tua kita dengan berkata,  “bisa saja saya mendapatkan nilai 90 untuk semua mata pelajaran asalkan ibu membelikan saya sepeda motor.” Nilai yang baik dengan latar belakang seperti itu sama saja durhaka. Selalu jaga sikap kita terhadap orang tua kita.

Semoga bermanfaat






Rabu, 28 Januari 2015

Proud To Be SALAM

#ProudToBeSALAM
Selasa, 25 November 2014

Pagi ini aku memulai hari dengan kegiatan pagi, menggeluti aktifitas seperti biasanya tanpa kesan sama sekali. Mulai dari mandi, shalat subuh, olahraga pagi, sarapan dan melakukan persiapan untuk berangkat ke sekolah, SM Sekolah Alam Bogor. Bukan sebagai murid yang hendak mencari ilmu melainkan menjadi seorang guru yang akan memberikan ilmu, lupa bahwa hari ini adalah hari guru. Aku berpamitan dengan ibu dan kakakku dirumah, meminta restu dan do’a agar mendapatkan kebaikan selama bekerja, tidak mendengar atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan ketika melakukan kegiatan disekolah. Maklum, orang tua memang selalu khawatir menjelang kepergian anaknya, ya begitulah yang aku rasakan selama ini.
Diperjalanan, seperti biasa aku menggerakan mulutku selama berkendara sepeda motor, bukan untuk mengoceh melainkan untuk bermurajaah hafalan surat pendek, terutama juz 30 yang belakangan ini banyak yang lupa dari ingatanku. Lantunan ayat suci yang terus mengalir seiring berputarnya roda sepeda motor yang aku bawa menuju kesekolah tiba-tiba terhenti ketika melihat kerumunan orang disekitar kampus AKA yang menyebabkan jalanan macet total. Khawatir tertahan disana dalam waktu yang cukup lama, aku mengalihkan jalur yang ku tempuh melalui Taman Kenari-Tari Kolot-Rambay dan lurus terus sampai aku keluar di Taman Seruni. Meskipun perjalanan yang ditempuh lebih lama, aku merasa senang karena kondisinya lancar dan berhasil membawaku sampai ke SM pada pukul 07.29 WIB. Waktu yang lebih lama dari biasanya, entahlah mungkin takdir Allah harus membuatku mengambil keputusan tersebut atau ada hal lain, padahal bisa saja aku menunggu kemacetan di kampus AKA tadi. Hmmm…
Melihat guru-guru berbaris melakukan penyambutan (welcoming), tiba-tiba aku teringat kondisi dirumah saat menyaksikan tayangan ditelevisi, banyak berita pernikahan seputar Rafi-Gita yang selalu diputar-putar dengan tema yang sama. Ketika kakakku mengganti channel, ada beberapa liputan yang membahas tentang hari PGRI. Saat itu juga aku tersentak dan mulai menyadari bahwa hari ini adalah hari guru nasional. Disaat yang bersamaan aku mulai “eungeuh” dengan liburnya sepupu-sepupuku dirumah (yang berada sekolah negeri) bahwa mereka diliburkan karena mungkin guru-gurunya melakukan upacara tahunan. Terhubung semua ingatan aku tentang hari guru yang pernah aku alami sebelum-sebelumnya, baik itu di SD, SMP, SMA bahkan di LSC. Terpikirkan bahwa hari ini sepertinya akan ada bagi-bagi pin oleh menejemen kepada SDM seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pandanganku kembali usut saat aku melakukan check in dan bersalam-salaman dengan teman-teman guru di SM. Aku disambut oleh 8 guru yang berbaris di depan pos security dengan suasana hati yang (tidak seperti biasanya) sangat cerah dan senyum manis dari raut wajah mereka. Serentak mereka mengucapkan, “selamat hari guru pak Dhinar!” Sambutan yang berbeda dari sebelumnya, demi memperingati hari guru yang spesial ini. Setelah aku melakukan finger print dan bersalaman dengan semua, aku turut berpartisipasi membuat barisan baru ditengah-tengah mereka dan melakukan hal yang sama kepada guru lain yang baru tiba di SM. Aku juga menemui pak Agus dan ibu komite yang sedang duduk-duduk di sekitar ruang admin. Sepertinya akan diselenggarakan apel layaknya senin spirit, dan ternyata dugaanku tepat. Pak Okwan mengambil instruksi dan meminta kami berbaris dilapangan (dalam satu barisan) yang menghadap ke aula SM.
“Ini baru permulaan dari sebuah kisah menarik yang telah terjadi hari ini, apa yang akan terjadi selanjutnya…?”
Setelah pak Okwan membuka pertemuan tersebut, kami mendengarkan inspirasi dari pak Agus seputar hari guru. Tak lupa ucapan permohonan maaf dan terimakasih disampaikan oleh beliau yang diucapkan serupa oleh ibu komite. Pertemuan ditutup dengan menyanyikan lagu hymne guru. Kak Azka dan kawan-kawan SM 3 yang semula sibuk mempersiapkan keyboard, ternyata mereka mainkan untuk mengiringi lagu yang kami nyanyikan. Suasana yang pada awalnya sepi, karena aku kiira mungkin anak-anak sudah melakukan do’a pagi dengan mandiri tanpa diawasi oleh wali kelas atau fasilitator lain, seketika menjadi haru.
 “Terpujilah wahai engkau Ibu-Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup,
Dalam sanubariku…
Semua baktimu akan kuukir,
didalam hatiku…
S'bagai prasasti terimakasihku
'tuk pengabdianmu…
Engkau bagai pelita dalam kegelapan,
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,
Engkau patriot pahlawan bangsa… tanpa tanda jasa”
Ditengah lirik yang kami nyanyikan (meskipun tidak semua menghafalnya). Tiba-tiba siswa-siswi SM menghampiri kami yang tengah berbaris dilapangan. Aunal yang membawa kue, dan siswa lain membawa bunga mawar dan botol minum, membuat haru suasana saat itu. “Kejutan macam apa ini?” tanyaku dalam hati. Entah mengapa air mata mengalir melihat wajah-wajah mereka dihadapan kami. “Apa aku seorang guru?” teriakku dalam hati, seolah tidak percaya dengan apa-apa yang terjadi dihari itu.
Cengeng? Tidak, perasaan itu mengalir begitu saja tanpa ada emosi lain yang menghalangi. Rasa haru meluap dan membuat kami guru-guru menitikkan air mata dihapan muridnya sendiri. Disertai dengan pemberian bunga mawar kepada guru-guru dari mereka kepada kami. Seribu satu perasaan hadir pada saat itu. Semua dugaan dan prasangka akan hari guru di tepis begitu saja, lirik hymne-guru terhenti dalam nuansa keramaian saat itu, sementara musik tetap mengiringi.
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari Galih selaku ketua OSIS SM. Mewakili siswa dan siswi yang lain, Galih mengucapkan kesan-kesannya kepada kami disertakan pula ucapan terimakasih dan permohonan maaf atas semua yang telah kami lalui.
Selesai mendengarkan kesan-kesan dari Galih, perasaan kami digiring kepada sebuah testimony yang telah di akumulasikan datanya dari siswa dan siswi SM terkait guru favorit idola mereka. Aku tidak begitu yakin dengan sesi ini karena masih banyak fasilitator yang lebih senior dan layak mendapatkannya. Singkat cerita, guru favorit dan staf di raih oleh pak Natiq dan pak Awang (Horeeee, selamat yaaa…). Bergegas pak Natiq menyampaikan kesan-kesannya dan ditutup dengan do’a.
Tidak banyak yang dapat aku tuliskan disini, setidaknya aku berharap semoga pengalaman ini dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Pertemuan yang luar biasa itu diakhiri dengan kalimat penutup oleh pak Agus dan pembacaan do’a.
“Guru merupakan profesi yang amat mulia.”


Selamat hari guru! :D

Selasa, 27 Januari 2015

COACHING FOR EDUCATION

COACHING FOR EDUCATION
SABTU, 24 JANUARI 2015
OLEH: BU MUTIA – MAMA RAIHAN & TEAM CPC
AULA SM SAB

Penerapan "coaching" didunia pendidikan
*Bagi guru & staf:
·         Merupakan proses pengembangan kompetensi yang berkesinambungan bagi para pendidik
·         Interfasi yang efektif dari program pengembangan staf dengan menejemen perubahan di sekolah
---> Sumber: Julie Boyd-2008
Contoh: perkembangan modul siswa/i SM yang saat ini dapat menggunakan internet (Simas), menuntun perubahan sikap juga mental. Hal ini merupakan salah satu hasil coaching terkait 'modul'
*Bagi siswa:
·         Kreatif yang memecahkan masalah
·         Analisa yang kritis dalam mengulas situasi
·         Menggali ide-ide baru
·         Menemukan kaitan antara satu mapel dengan mapel yang lain
--->Sumber: Barbara Neufeld & Dana Roper, Eropa 2003
Contoh: Sekolah Alam Bogor menuntut seluruh siswa dan siswinya untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang sudah direncanakannya (TK: menumbuhkan karakter dasar, SD: mencari dan memahami potensi diri, SM: menemukan jalan menuju titik optimal kehidupan). Semua itu tidak akan terwujudkan apabila anak-anak tidak dicoaching terlebih dahulu.

Definisi Coaching menurut ICF (International Coaching Federation)
"Berpartner dengan seseorang disebuah proses yang kreatif, untuk memaksimalkan masing-masing potensi.”
Ada 3 landasan utama dalam coaching, yaitu:
·         Berpartner
·         Proses yang kreatif
·         Memaksimalkan potensi

Prinsip Coaching
“Membawa anda dari tempat anda sekarang berada menuju tempat yang anda mau"

Terminologi Coaching
COACH: orang yang memberikan coaching (guru, konsultan, dll.)
COACHEE/KLIEN: orang yang mendapatkan coaching (siswa, anak-anak, peserta seminar, dll.)

Coaching membutuhkan fokus/yang perlu digali:
·         Kondisi internal (ketakutan, kekhawatiran, concern, belief dan impian)
·         Kualitas atau kekuatan

·         Ide tindakan, rencana & komitmen
Contoh: Anak merasa ribet dengan UN di SAB, kita tidak perlu menceramahi anak tersebut karena CERAMAH ≠ COACH. Gunakan cara lain untuk mengembangkan kekuatannya untuk mengatasi ketakutannya.
            “Tugas coach yaitu sebagai seorang REMINDER” (karena ada komitmen yang harus dilaksanakan, demi kelancaran visi yang dituju).
Hindari:
·         Asumsi
·         Judgement/penilaian
·         Argumentative
Contoh: ada seorang murid yang selalu datang terlambat sehingga kita mencap dia sebagai anak pemalas. Tanpa adanya bukti dan kesepakatan, cap tersebut menjadi penilaian sehingga mengakibatkan anak menilai buruk dirinya sendiri, alhasil nasehat kita tidak didengar.
“Kekurangan itu gampang untuk dicari, berbeda dengan kekuatan *BERHATI-HATILAH.”

3 keahlian inti (lengkapnya ada 11) untuk coaching:
1.      Presence
Kemampuan untuk hadir sepenuhnya bagi teman bicara dan kemampuan untuk “mempertahankan perhatian” serta “mendengarkan aktif” selama proses coaching berlangsung. Tidak hanya guru/coach, dirumah juga seperti ini perlu kita praktekkan terhadap orang-orang disekitar kita. Presence terjadi karena kita memandang teman bicara sebagai partner dalam mencapai goal bersama, berapapun umurnya.
2.      Active listening
Kemampuan untuk memahami apa yang tersirat dibalik kata-kata coachee. Mendengarkan adalah tindakan aktif (menyimak-merespon dan mencari jalan keluar). Hindari memanggil coachee/anak-anak dengan menggunakan microphone, karena fokusnya tersebar, anak jadi kurang dekat dengan kita, berbeda dengan memanggil nama secara langsung.
3.      Powerful questioning
Kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang merangsang sikap eksploratif dan berfikir kreatif. Jenis “pertanyaan terbuka”, sangat berpengaruh terhadap jawaban anak. Jawaban yang didasari pada apa yang coachee pikirkan secara meluas, membuka ragam jalan keluar oleh coachee itu sendiri. Juga bermanfaat kepada orang-orang yang malas berbicara panjang lebar.
Buat hubungan yang erat terlebih dahulu dengan rekan kita. Misal ketika siswa mendapatkan nilai jelek, kita arahkan kepada pertanyaan seputar hobinya terlebih dahulu. Biarkan mereka berbicara sampai perasaannya meluap, coach hanya mendengarkan. Setelah dirasa tepat, tanyakanlah nilai ulangan yang diterima oleh siswa tersebut. Alihkan dengan “kok bersemangat ya ketika…………” coba ubah cara belajarmu dengan cara seperti itu.
“Pertnyaan powerful timbul secara alamiah saat anda ingin tahu lebih dalam.”

Sesi pertanyaan…!
Bagaimana untuk coaching secara klasikal? Nah kalau ini, butuh perhatian dan pengalaman yang lebih besar dari biasanya, terutama anak kecil. Anak Playgroup sampai kelas 5 SD itu masih sangat polos, belum bisa berbohong level tinggi, sangat mudah untuk kita atur dibandingkan dengan anak yang sudah baligh.
Bagaimana caranya menghindari “asumsi” ??? sebaiknya kita POSTHINK (positif thingking) terlebih dahulu sebelum semuanya kita asumsinya pada hal yang kurang baik. Minimal dengan mencari kualitas terbaik yang ada pada diri coachee. Jangan sampai kita menjadi satu-satunya orang yang mengasumsi keburukan coachee/siswa, tanpa konfirmasi sasaran kita atau kerabat kita.
Manfaat langsung setelah coaching itu apa? Coachee (terutama murid) merasa lebih nyaman, terbuka dan mempunyai tantangan baru. Untuk kita sebagai pendidik bisa merasakan happy (bahagia), tidak stress dan sigap menghadapi persoalan yang timbul dari segala arah.
Bagaimana kalau kondisi anak antara dirumah dan disekolah itu berbeda? Ada saja siswa yang tidak terlihat bermasalah disekolah namun berbanding terbalik dengan sikapnya dirumah, atau malah sebaliknya. Seharusnya, kita sebagai orang tua mampu menggali dan memahami perilaku persisnya seperti apa. Cek gejala/sumber masalah yang dihadapi dan samakan standarnya. Bisa jadi, sebuah perbuatan yang dirumah boleh dilakukan sedangkan disekolah sangat dilarang. SAMAKAN STANDARNYA agar visinya berjalan lancar, enak itu kalau sekolah dan orang tua mampu bekerjasama.
“Jadilah cermin, bukan menjadi penasihat.”
Bagaimana jika berada pada kondisi 2 atau lebih orang saling berbicara (ngerumpi), apakah bisa melakukan coaching? Bisa saja, yang terutama adalah tentukan coachnya. Ada penengah yang membawa suasana rumpi menjadi pembahasan topik tertentu yang bermanfaat. Jangan pernah remehkan sebuah perkumpulan, kalau diarahkan secara tepat, hasilnya sangat berpengaruh.
Bagaimana menentukan sumber otentik kebaikan? Misal ada anak yang merasa benar dan gurunya pun beranggapan demikian, keduanya sama-sama merasa benar. Kalau situasinya mencari siapa yang paling enak/adil keputusannya (untuk kedua belah pihak), dialah orang yang harus kita ikuti nasehatnya. Tidak menutup kemungkinan pendapat anak lebih bijak ketimbang gurunya.
Bagaimana mengatasi anak yang melakukan sesuatu sesuka dia? Suka/tidak suka itu pilihan. Faktor apa yang menjadi kekuatan dia, disitulah area yang harus kita dukung. Bisa jadi itu passionya. Untuk mengatasi ketidaksukaannya, minimal dia mengetahui cara menyelesaikan/trouble solving tantangan yang dihadapi. Jelaskan juga kepadanya bahwa tidak semua keputusan itu merupakan hal yang kita senangi. Asah kepekaannya, berikan banyak media pendukung untuknya.
Apakah sama cara coach terhadap semua orang? Tentu saja berbeda. Cara untuk introvert berbeda dengan coachee ekstrovert. Orang yang pemalu, tidak suka keramaian, dan sulit berteman, untuk mengungkapkan 1 kalimat saja harus kita apresiasi dibandingkan dengan orang yang senang bercerita. Tugas kita sebagai pendidik yaitu menyamankan agar anak menyukai sesuatu yang kita berikan. Gunakan pendekatan yang berbeda terhadap anak-anak.
Softskill utama yang perlu dimiliki saat mencoach anak? Berbicara sesuatu yang sudah kita kerjakan sebelumnya (jangan asbun). Sebagai seorang guru (digugu dan ditiru), sangat perlu menjaga sikap agar anak meneladani perilaku kita. Bisa jadi, anak akan lebih dekat dengan gurunya ketimbang orang tuanya. Kenali gesture/feedback anak terhadap kita, kalau mereka lebih sering menghindar terhadap keberadaan kita, segera evaluasi terhadap diri kita. Kalau mereka nyaman, pertahankan kondisi tersebut.
Apa yang dimaksud dengan komunikasi 2 arah? Komunikasi yang bersifat aktif (bukan mengobrol). 2 arah yang dimaksud adalah saling memahami isi pembicaraan antara kedua belah pihak, bukan berbincang-bincang tanpa maksud untuk menghibur diri melainkan untuk menemukan solusi.
Bagaimana respon anak (terutama anak spesial) terhadap hasil coaching kita? Disamping kita melihat feedback/gesture anak, kita juga harus total memberikan coaching. Mereka itu peka terhadap apa-apa yang kita lakukan (misal mengajar dalam keadaan jutek, anak-anak tidak merasa nyaman).
Apa penyebab anak nakal? Anak bandel itu bukan karena dia bandel melainkan karena anggapan kita secara sadar maupun tidak sadar, terutama asumsi dari orang tua. Meskipun hanya berupa asumsi, hal tersebut dapat direalisasikan oleh anak. Berhati-hatilah.
Bagaimana penanganan terhadap anak-anak yang kurang menyukai sayuran? Coba kita memakan buah dan sayuran yang sama dengan anak yang kurang suka sayur, dapat mendorong anak tersebut karena pengaruh lingkungan. Atau membacakan dongeng tentang sayur, makan bersama bahkan adakan acara masak bersama (agar mereka mengetahui prosesnya).


Semoga bermanfaat

Senin, 26 Januari 2015

liqo 25 januari 2015... surat AL ASHR

Liqo mingguan: surat Al-Ashr
Ahad, 25 Januari 2015
Oleh: Kang Cipto – IMAGO

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat Al-Ashr merupakan surat Makiyah (kategori surat pendek) dengan ayat berjumlah 3 ayat. Berisi tentang sumpah Allah ta’ala terhadap waktu dan kondisi manusia yang berada dalam kerugian besar. Ada 4 pesan yang disampaikan didalamnya, yaitu
·         Beriman
·         Beramal soleh
·         Saling mengingatkan dalam kebaikan
·         Bersabar
***
Tafsir fi zhilal qur’an karangan Syaikh Qutub (ditulis saat berada didalam penjara), menerangkan bahwa surat Al-Ashr merupakan sebuah informasi yang didalamnya terdapat kesempurnaan keimanan yang komperhensif serta memberikan gambaran singkat terkait karakter, hakikat & tugasnya kita sebagai manusia, mukzizat kepada semesta alam agar kita senantiasa berbuat kebaikan.
“Pamoe: Orang berhasil adalah orang yang sibuk.”
Dalam surat tersebut, ada istilah “demi waktu,” yang mengisyaratkan kepada kita agar dapat berhati-hati dengan waktu. Ibarat pedang bermata 2, jika tidak dioptimalkan, salah-salah bisa menusuk diri sendiri.
Seperti Rasulullah saw. yang merupakan seorang bapak, imam, panglima perang, ustadz, nabi dan rasul, Rasulullah saw. tetap mengoptimalkan seluruh kesibukannya dengan tersusun. Seperti tokoh-tokoh Islam seperti Bunya Hamka, yang sukses karena kesibukannya.
Masa yang dijelaskan dalam surat Al-Ashr merupakan “masa tertentu” atau “seluruh masa” ??? Masa yang disampaikan ini bisa meliputi keduanya, guna untuk mengingatkan dan menyadarkan manusia akan pentingnya menghargai waktu.
Husr                 : kesesatan-kerusakan-kekufuran
Tawashau        : saling menasehati
Bil haq             : keteguhan, kebenaran
Shobr               : kesabaran
Sering kita jumpai penggunaan kalimat, “sampai waktunya tiba, semua indah pada saatnya.” Perlu diingatkan (sebaiknya tidak kita gunakan) bahwa hal tersebut merupakan perkataan yang diambil dari al-kitab. kita sebagai orang islam, mengetahui bahwa waktu itu milik Allah swt. dan segala perancanaan adalah milik Allah swt (qada dan qadar). Sebaiknya kita berserah diri kepada Allah swt. tanpa berpasrah terhadap waktu atau berlebihan memujinya.
Allah swt menempatkan siang dan malam saling menyusul satu sama lain. Adapun waktu ketika shalat wajib 5 waktu merupan waktu istirahat yang dapat kita gunakan untuk rehat. Ditengah-tengah kesibukkan yang menggeluti kehidupan manusia, waktu shalat adalah waktu yang tepat untuk beristirahat sejenak (seperti yang diajarkan Rasulullah saw.), waktu yang paling indah untuk istirahat adalah di surga (wayahna sekarang didunia kita capek).
Tidak salah kalau kita bersandar dan tidur selama 5 menit di tengah aktifitas kita, untuk merefresh tenaga dan otak kita asalkan tidak kebablasan saat melakukan rehat tersebut dan tentunya disertai dengan kesopan-santunan (etika saat bekerja/sekolah).
Didunia ini ada kalanya kita sesang-susah, bahagia-sedih, takut-aman, binasa-hidup, kenyang-lapar, tua-muda, hal itu terjadi bukan karena kepasrahan kita terhadap waktu. Kita meyakini bahwa alam semesta punya illah, yang mengatur segalanya. Semua memang sudah ketentuan Allah swt. akan tetapi yang memilih adalah kita juga.
“Hindari penggunaan kata: semua akan indah pada saatnya.”
Manusia selalu terjerat dengan kekufuran atas dosa yang dipilihnya, tenggelam dari kesibukan yang mengelilinginya. Padahal Allah swt. sudah maha melindungi, akan tetapi manusia itu sendiri yang berbuat hal yang tidak benar. Meskipun ada benturan hati antara mana baik dan mana buruk, keputusannya ada pada diri kita masing-masing.
            Dalam kehidupan ini, memperbaiki diri saja tidak cukup, kita harus mengajak orang lain dan pastinya akan menghadapi berbagai macam kesulitan. Oleh karena itulah kita harus bersabar seperti yang disampaikan dalam surat al-ashr. Merupakan hak manusia untuk mendapatkan nasehat, minimal dengan mengatakan “sabar aja bro!” Boleh kita mencari ilham dimana-mana dengan penuh kehati-hatian. Bisa jadi suatu saat kita yang drop dan membutuhkan nasehat dari orang lain.
“kalau ada tujuan yang ingin dicapai, harus ada manhaj-pedoman dan perangkat yang mendukung”


Semoga bermanfaat

PAK NATIQ IN ACTION... PAGI-SIANG-SORE @ SM

“PAK NATIQ SHOW”
JUM’AT, 23 JANUARI 2015

Inspirasi pagi
Oleh: Pak Natiq

            Di Kampung Pak Natiq, terdapat 2 orang penjual tape (peuyeum) yang berbeda usia. Yang satu masih muda belia sekitar 30 tahunan sedangkan yang satunya sudah berusia 73 tahun. Keduanya tidak pernah bertemu pada waktu yang bersamaan (jadwalnya berselang-seling), seandainya hari senin yang berkeliling itu pedagang yang sudah uzur, hari selanjutnya anak muda dan lusa kembali pada orang yang lebih tua, begitu seterusnya.
            Meskipun mempunyai barang dagangan yang sama, mereka menggunakan media yang berbeda. Orang tua menggunakan gerobak dengan laci kaca diatasnya (etalase kecil) untuk menyimpan seluruh tapenya. Sedangkan anak muda menggunakan sepeda dengan dua keranjang besar dibagian sisi belakangnya.
            Asal punya usul, setelah banyak orang mempertanyakan mereka, akhirnya diketahuilah bahwa hubungan mereka merupakan ayah dan anak. Setiap hari mereka (secara berseling) selalu berdagang melewati tempat kediaman pak Natiq, menggunakan tape yang sama bentuknya, rasanya bahkan bahan bakunya, satu keluarga yang membuatnya saling bekerjasama.
            Perbedaannya, satu dari mereka lebih beruntung dari yang lain. Tapenya selalu habis atau bersisa ¼ dari jumlah keseluruhan sedangkan yang satunya lebih sering menyisa bahkan tidak terjual sama sekali. Siapakah orang yang lebih beruntung tersebut?
            Yap, orang yang beruntung itu adalah ayah dari pemuda penjual tape, penjual tape yang sudah terlihat renta dengan lipatan-lipatan keriput dibagian mukanya. Apakah penyebabnya? Apakah karena konsumen iba melihat kondisinya? Sedangkan terhadap pemuda masih banyak memberikan toleransi. Atau karena alasan lain?
            Penyebabnya adalah karena pedagang tua tersebut memberikan lebih dari yang diminta. Keramahannya memikat banyak pembeli sehingga ia disegani oleh masyarakat. Mulutnya selalu berkomat-kamit bercerita banyak hal setiap transaksi berlangsung. Itulah yang membedakannya, perilaku dan akhlaq yang dimilikinya.
            Pernah suatu hari pak Natiq membeli tape milik pedagang tua seharga Rp 3.000,- dengan uang Rp 50.000,- Hebatnya banyak sekali uang hasil penjualannya mulai dari seribu sampai seratus ribu. Segepok uang yang diikat dengan karet gelang tersebut, membuat pak Natiq terkejut, “serius itu uang?”
            Bagaimana tidak uang kembalian yang terbilang cukup besar, tidak ditepis olehnya dengan pertanyaan, “apa ada uang receh?” yang ada dipikiran pak Natiq. Sigap tanpa berkomentar memberikan kembaliannya.
            Tidak hanya itu, pedagang tua tersebut ikut bermain bersama anak pak Natiq, bahkan sampai bermain, menggendong dan membacakan surat Al-Qadr ditelinganya (mungkin kalau membeli tape sebanyak Rp 100.000,- mungkin pak Natiq sudah dishalatkan kali ya, wkwkk). Itulah yang membuat pak Natiq kagum terhadapnya juga orang lain.
            Intinya, keramahan dalam berdagang harus lebih diutamakan dibandingkan kepribadian kita. Akhlaq yang mulia lebih baik ketimbang kelebihan produk yang kita miliki. Itulah hebatnya “akhlaq yang baik” dapat memberikan pemiliknya keuntungan.

TEBAR SALAM: “SPIRIT”
10.00 – 11.00
            Mengapa Chandra menjadi orang pertama yang dapat meniup balon sampai pecah? Satu hal keran ia melakukan hal tersebut dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh. Hal apapun yang kita lakukan dengan bersungguh-sungguh, insyaa Allah kita dimudahkan dalam melakukan kegiatan.

            Disamping bersungguh-sungguh, kita juga harus kaffah (menyeluruh) dalam melaksanakan keimanan kita. Ingat kisah Nabi Yusuf as. yang kaffah menyembah Allah swt. ketika diajak berzina oleh Zulaiha sampai baju belakangnya robek ketika ia pergi kabur meninggalkan Zulaiha.

            Bersyukurlah teman-teman yang sudah dilahirkan dalam keadaan Islam. Total dalam beribadah harus kita miliki agar kita dapat memasuki surga Firdaus diakhirat kelak, surga yang derajatnya paling tinggi diantara surga-surga yang lain.

HADIST ARBAIN
16.00 – 17.00

(gak ikut sesinya)

“Hadist nomor 1 tentang niat, innamal awwalun binniyyat… segala sesuatu itu tergantung pada niatnya…”