Senin, 19 Januari 2015

Liqo 10 Januari 2015, tali Allah swt.

Liqo mingguan @IMAGO-Paledang
Sabtu, 10 Januari 2015
Oleh: kang Cipto
“berpegang erat pada tali Allah swt.”
Tilawah surat Al-Maidah ayat 37-57, (ringkasan terjemahan yang dibacakan saat liqo):
50. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
56. dan Barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah, Itulah yang pasti menang.
57. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
Kandungannya:

·         Didalam surat Al-Maidah diterangkan bahwa kita tidak boleh memilih pemimpin dari keyakinan lain karena kita termasuk dalam golongan mereka (seperti yang sudah terjadi dinegeri ini).
·         Barang siapa murtad, itu sudah merusak diri dan agamanya sendiri.
·         Penolong manusia yaitu: Allah swt.; Rasulullah saw.; dan orang-orang yang beriman (orang yang melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tunduk kepada Allah swt.).
·         Setiap trouble/masalah sebaiknya disandarkan (yang paling utama) kepada Allah swt. Apapun jenis masalah yang sedang kita hadapi maupun yang sudah berlalu dan akan terjadi, berserah dirilah kita kepada-Nya. Rasulullah saw. adalah sosok yang wajib kita teladai sikap kesolihannya. Dan orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang perlu kita cari dan kita dekatkan untuk kita jadikan sebagai sandaran kita dalam kehidupan ini.
·         Sesama orang yang beriman, kita diperbolehkan untuk berteman, bersahabat bahkan menjalin persaudaraan antar satu dengan yang lain. Berbeda perlakuan kita terhadap orang kafir. Cukup dijadikan sebagai teman saja, tak lebih dari itu. Dalam hal “humanity”  atau tolong menolong, sudah sepatutnya kita sebagai manusia (seorang khilafah/rahmatan lilalamin) untuk saling membantu antar sesama.
·         Iri melihat hubungan kita (orang yang beriman) dengan orang-orang Tiongkok lebih dekat dibandingkan dengan saudara (sesama muslim) sendiri. Hal ini disebabkan hanya karena mereka memberikan harga yang lebih murah ketimbang dengan orang pribumi (muslim yang lain, missal harga jual-beli pulsa handphone) sehingga terjadi perbedaan yang menjadikannya jarak/batas. Seharusnya kita berani lebih membayar mahal untuk kepentingan saudara kita yang mungkin uangnya untuk kepentingan umat yang lain. Catatan bahwa sebaiknya harga ihwa/harga sodara tidak mempermasalahkan hubungan sesama muslim.
·         Golongan/kelompok keislaman yang telah terbentuk saat ini merupakan pengikut Allah swt. yang dijanjikan akan menang. Berbeda kondisinya saat kita melakukan pilpres. Meskipun sudah mencoba tetap saja golongan yang mayoritas muslim kalah, mungkin ada faktor lain yang menyebabkan islam kalah.

Ada 3 orang yang perlu kita waspadai:
·         Orang yang menjual agamanya sebagai bahan ejekan
·         Orang yang berpendapat bahwa semua agama itu sama (liberal)
·         Orang kafir

Tipe orang ke-3 ini harus benar-benar dimusuhi apapun bentuknya. Toleransi diberikan kepada mereka yang tidak mengganggu, akan tetapi kita juga mempunyai hak untuk berperang terhadapnya. Umat Islam, Nasrani dan Yahudi kelak akan terpecah menjadi 71, 72 dan 73 bagian/golongan. Mereka semua mencari kebenaran dan hanya satu yang pasti benar yaitu islam ahlusunnah waljamaah (islam yang mengikuti ajaran Rasulullah saw.).
Umar pernah berkata, “Islam itu seperti kita berjalan disemak-semak yang penuh dengan duri, harus arif dalam memilih jalan yang penuh tantangan.”

Tujuan berpegang teguh kepada tali Allah swt.
Meyakini 2 kalimat syahadat merupakan pondasi dan tiang yang kokoh
Memperhatikan kesatuan ibadah menuju perubahan umat yang lebih baik.
Memahami bentuk ralistis dalam pembentukkan umat.
Mengapa kita harus merutinkan mentoring/liqo? Untuk apa? Salah satu tujuannya adalah perubahan pribadi menjadi lebih baik. Individu terbaik yang berkumpul akan menjadi sebuah keluarga, lalu komunitas yang menjadi masyarakat, sehingga membentuk peradaban.
Adapun macam-macam pergerakan seperti Khilafah, mengkader bagian bawahnya (dibentuk pribadinya) yang harapannya adalah sama, membuat peradaban yang lebih baik. Rasulullah saw. juga melakukan proses perubaha yang luar biasa besarnya. Lahir di masa kejahiliyahan (mengubur anak perempuan, zina merajalela, dll) hingga membentuk generasi terbaik sepanjang masa.
Orang yang pertama diajak Rasulullah saw. adalah fastabiqunal awwalun, lalu berlanjut sampai tahap masyarakat luas. Seperti mentoring ini, akan terus bergulir mungkin nanti akan menuju tahap kota, provinsi bahkan negara. Pertemuan ini bukan hanya sekedar sharing materi (karena google bisa jadi lebih pintar), melainkan pembinaan aqidah menuju lebih baik. “Pelajari prosesnya! Meski hanya 1 ayat, tetap istiqomah
Ihtisobillah, terdapat pada surat Ali-imran: 103
103. “dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Ummat merupakan kumpulan personal (ikatan darah, suku, bangsa, negara, dll). Akan tetapi semua itu lemah, kecuali ikatan Allah swt. Bahkan Rasulullah saw. pun memiliki rasa manusiawi ketika enggan bertemu dengan Hindun (seorang mualaf) yang telah membunuh Hamzah dengan cara yang kejam. Yang utama adalah ikatan milik Allah swt.
Misal kita berada diluar negeri dan ada orang asing yang mengajak sholat, maka kita lebih merasa bahwa itulah saudara kita. Lebih kuat dibandingkan dengan ikatan orang tua dan sanak saudara. Seperti Mushab bin Umair yang lebih memilih islam ketimbang ibu kandungnya sendiri, sekalipun memboikot dengan mogok makan. Walau demikian, Mushab tetap menghargai orang tuanya.
a.      KESATUAN NIAT
* Surat Al-Bayinnah (98) ayat 5:
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus [Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
* Surat ke-39 ayat 13-14:
13. Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku".
14. Katakanlah: "Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku".
* Surat Al-Baqarah (2) ayat 163:
163. dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

b.      KESATUAN AQIDAH
Pancasila itu sebenarnya mempersatukan aqidah kita pada awalnya, hanya saja setelah dimodifikasi, kita hanya mengenal “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Padahal pada awalnya tidak seperti itu. Seorang biarawati (Soebandono) masuk Islam karena mempercayai ke-Esaan Allah swt.
c.       KESATUAN FIQRAH
*surat ke-6 ayat 153:
153. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) (*), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
(*) Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat Ashar. menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
“Banyak jalan menuju Roma,” (status ini untuk Nasrani menuju Vatikan) sedang untuk Islam, “hanya 1 jalan menuju Makkah (umrah dan haji).”
Way of life, pola pikir kita itu harus bertindak cepat. Rasulullah berdakwah selama 23 tahun untuk membuat perubahan (waktu yang singkat). Mualaf dapat berpikir sangat ekstrim, mereka mampu berubah sampai 180 derajat dalam waktu yang relatif singkat, bagaimana dengan kita?
d.      KESATUAN KALIMAT/BAHASA
*surat Al-Baqarah (2) ayat 142:
142. orang-orang yang kurang akalnya[93] diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"[94].
[93] Maksudnya: ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.
[94] Di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berada di Mekah di tengah-tengah kaum musyirikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. tetapi setelah 16 atau 17 bulan Nabi berada di Madinah ditengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani beliau disuruh oleh Tuhan untuk mengambil ka'bah menjadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadat shalat itu bukanlah arah Baitul Maqdis dan ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri kepada tuhan. untuk persatuan umat Islam, Allah menjadikan ka'bah sebagai kiblat.
e. KESATUAN UMAT
*Surat 21 ayat 90:
90. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas[970]. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.
[970] Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.
*Surat 22 ayat 78:
78. dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.
[993] Maksudnya: dalam Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w.
f. KESATUAN GERAK
*Surat 39 ayat 64-65:
64. Katakanlah: "Maka Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, Hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
65. dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.
Adapun syahadat adalah 2 kesatuan yang didapat akan risalah ajaran yang dibawa Rasulullah saw. Seperti kisah Abuzar AlGhifari yang turun ke pasar mengakui keislamannya dan keroyok massa karena belum dikenal waktu itu. Dilerai oleh orang-orang karena ia merupakan keturunan Ghifar tempat berniaga masyarakat. Surat 34 ayat 28:
28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
*Surat 21 ayat 107:
107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
*Surat 33 ayat 21:
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.
Adapula aliran ingkar sunnah yang hanya sholat wajib 2x sehari yakni Ashar dan Isya (karena hanya itu yang tercantum didalam Al-Qur’an). Aneh memang, mengakui isi Al-Qur’an namun mengingkari risalah Rasulullah saw.
Semua point diatas akan terbentuk jika kita bekerja sama membangun peradaban negeri ini. Negara sudah mendukung dengan semboyan, “mencerdaskan kehidupan bangsa,” tinggal bagaimana kita mencerdaskan individu terutama muslim.
Waspada juga terhadap amil-amil yang mengatasnamakan ‘infaq’ karena amil mempunyai hak didalamnya mencapai 40% sedangkan untuk amil ‘zakat’ hanya 1/8. Bukan tidak boleh menjadi amil, lebih baik dipertimbangkan dulu kebutuhannya.

Semoga bermanfaat

Sabtu, 17 Januari 2015

pengajian bulanan SDM SALAM advance

Pengajian bulanan SDM SALAM
Jum’at, 16 Januari 2015
Oleh: Pak Yasir A. M.

ADVANCE

Baru saja kemarin kita melaksanakan pekan gembira SDM Sekolah Alam Bogor dengan berbagai kegiatan permainan tradisional dan diakhiri dengan “SALAM Got Tallents,” (untuk pengumumannya setelah pengajian ini selesai). Mudah-mudahan kita dapat mengambil banyak hikmah yang tersirat dalam rangkaian kegiatan kemarin.
Ngomong-ngomong soal lomba, bolehkah perlombaan dalam Islam dilakukan? Boleeeeeeh… Lomba apa saja yang diperbolehkan? Lomba berinfaq? Fastabiqul khoirot? Lomba bertaubat kepada Allah swt? Lomba semacam apa yang diperbolehkan? Yuk kita simak kajian pengajian bulanan kali ini dengan tema ke-4 nilai salam, yakni ADVANCE.
1.      Lomba menuju kebaikan (fastabiqul khoirot)
Setiap perlombaan yang diselenggaraan pasti memiliki TUJUAN. Hal ini tidak hanya dimiliki oleh individu semata, setiap lembaga, organisasi, negara bahkan semua jenis kelompok (yang bukan bersifat pribadi) sekalipun memiliki tujuan/visinya masing-masing. Termasuk lembaga ini juga memiliki tujuan yang insyaa Allah baik yaitu membangun peradaban yang Islami. Meskipun ada perbedaan dengan visi teman-teman, setidaknya kita harus bisa menekankan kesamaan visi agar semuanya berjalan lancar.
Dalam islam, perlombaan yang mengarah pada kebaikan sering kita kenal dengan istilah fastabiqul khoirot. Tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi:
148. “dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Apapun jenis kebaikan yang ada didunia ini, kita harus bisa mengambil kesempatan-kesempatan untuk berbuat kebaikan. Tidak melihat kesempatan perlombaan kebaikan itu pada seorang laki-laki ataupun perempuan, muda atau tua, miskin atau kaya, makmur atau sengsara, Allah swt sudah memberikan itu semua kepada kita sebagai manusia, khalifah dimuka bumi.
            Berbuat kebaikan itu harus disertai dengan keberanian. Kalau ada oknum tertentu yang berani melakukan suatu keburukan, masa kita malu berbuat kebaikan? Tanpa keberanian kebaikan tidak akan pernah ada dimuka bumi ini. Bahkan Rasulullah saw. beserta para sahabatnya mencontohkan kepada kita dengan kisah-kisah heroik yang penuh keberanian untuk memperjuangkan islam sampai saat ini. Lantas bagaimana dengan kita?
“Kalau masuk surga, sendirian pun harus berani apalagi banyakan. Berbeda dengan masuk neraka, banyakan pun kita harus takut apalagi sendirian.”
2.      Berlomba mendapatkan maghfiroh/ampunan dari Allah swt.
Untuk membahas tentang ini, ada satu hal menarik yang dapat kita cermati tentang hubungan kimia dan Al-Qur’an. Pembahasan maghfiroh, terdapat pada surat ke-57 yaitu Al-Hadiid yang artinya “besi.” NOMOR SURAT AL-HADIID = NOMOR ISOTOP BESI (Fe) = 57 yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dan ini merupakan hasil penelitian oleh berbagai ilmuan beserta terapan-terapannya (bukan sekedar kebetulan). Mari kita simak ayat berikut (57 : 21),
21. “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Membaca “istighfar” adalah salah satu cara kita mendapatkan ampunan dari Allah swt. Jangan hanya sekedar membacakan saja, kita harus bisa menjadi agen pelopor untuk hal-hal semacam ini, terutama untuk diajarkan kepada anak-anak kita.
Adakalanya ketika manusia berlomba dalam kebaikan, manusia mengalami ‘jatuh-bangun’ dan tidak menutup kemungkinan akan berbuat jahat/kerusakan (melenceng dari jalan lurus) dalam kehidupannya. Hal ini diterangkan dalam surat Al-Maidah ayat 48:
48. “dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian (Maksudnya: Al Quran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam Kitab-Kitab sebelumnya) terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu (Maksudnya: umat Nabi Muhammad s.a.w. dan umat-umat yang sebelumnya), Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,”
Jangan pernah menghalangi diri sendiri dengan alasan apapun seperti, “aku mah apa atuh,” karena ucapan seperti ini dapat melemahkan kita dalam berbuat kebaikan. Setiap PILIHAN pasti ada KESEMPATAN, KONSEKWENSI dan RESIKO yang harus kita hadapi. Tetap semangat berbuat baik.
            Ada 3 jenis orang didunia ini:
·         Zalim: yang berbuat kerusakan
·         Muqtashid: pertengahan, tobat-maksiat
·         Fastabiqul khoirot: orang yang berlomba mencari kebaikan
            Tentunya kita memilih pilihan yang ke-3 bukan? Agar dapat termotivasi untuk berbuat kebaikan, ingatlah pesan berikut, “barangsiapa hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia celaka. Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi. Barangsiapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung.” Semoga kita senantiasa menjadi orang yang beruntung
ADVANCE – PELOPOR – DRIVER .
            Kalau kita mengambil pemisalan, jelas berbeda antara “driver dengan passenger.”
Driver              : Mengemudi kendaraan menuju titik tertentu, harus paham jalan kemanapun, mampu merawat kendaraan, dilarang mengantuk apalagi tidur, harus terus bergerak, tidak bisa duduk santai, siap ambil resiko.
Passenger        :tidak harus tahu jalan, tidak perlu merawat kendaraan, boleh mengantuk dan tidur, bisa duduk santai, tidak perlu mengambil resiko.
            Seorang driver harus siap menghadapi segala tantangan, tidak boleh menjadi air yang mengalir. Misalkan mengantuk, bisa berkemungkinan (pasti) menabrak sesuatu didepannya, hilang memori jangka pendek-lama sembuh-repot. Harus tahu dimana radiator, busy, dan onderdil lainnya. Juga harus bisa mengambil alternatif jalan tikus kalau sewaktu-waktu macet. Sangat jauh berbeda kondisinya dengan penumpang, hanya bayar ke driver dan menerima jasanya.
Begitupun dengan lembaga ini, harus ada seseorang yang mengarahkan tujuan lembaga agar tidak hilang arah. Siap mengambil resiko dan berani mengambil keputusan. Dalam hal ini, driver pelopor SAB adalah pak Agus, pak Husnan, dkk.

ADVANCE – PELOPOR – QUDWAH
Siapakah pelopor utama yang menyebarkan islam? Terdapat pada surat 9: 100,
100. “orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”
Pelopor muslim terbaik, baik muhajirin maupun anshor beserta tabiin-tabiin banyak sekali memberikan kita pelajaran berharga. Termasuk kisah Umar bin Khottob yang memberikan setengah hartanya kepada Rasulullah saw. saat perang Tabuk, dikalahkan (amalnya) oleh Abu Bakar Ash Siddiq yang memberikan seluruh hartanya sampai Rasulullah saw. bertanya, “bagaimana istri dan anak-anakmu?” Kemudian Abu Bakar menjawab, “cukup Allah swt. yang akan melindungi kami.”
Jadilah orang terbaik dan pelopor kebaikan sekarang juga! Pemanah harus terus berlatih agar menjadi yang terbaik, begitupun perenang, pedagang, pendakwah, bahkan penghafal Qur’an, harus terus berlatih untuk menjadi yang terbaik dibidangnya.
Bilal adalah muadzin terbaik karena latihannya. Khalid bin Walid mampu menjadi panglima perang terbaik sampai mendapatkan 70 tusukan (pedang, tombak dan panah) diperutnya meskipun tidak terlalu pandai dalam menghafal Al-Qur’an. Kita sebagai orang yang mengikuti perjuangannya, minimal mendo’akan mereka semua agar diterima di sisi Allah swt.
Jangan bersikap seperti syiah yang menjelekkan sahabat-sahabat dimuka umum atau seperti anti syiah yang menjelekkan Ali, Hasan dan Husein. Berlomba kebaikan bukan berarti harus saling menjelek-jelekkan satu sama lain. Ingatlah ketika kita dzalim (membunuh misalnya), maka dosa membunuh tersebut akan terkumpul pada Qabil, saudara Habil (anak nabi Adam as.) karena dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan (pelopor kejahatan). Diterangkan dalam surat 41:34
34. “dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”.
Berbuatlah baik layaknya Rasulullah saw. memperlakukan Abu Jahal dan Abu Lahab. Meskipun sering kali disakit hatinya, beliau tetap dipercaya untuk dititipkan barang oleh mereka karena sikap Rasulullah saw yang tidak pernah membalas kejahatan mereka.
Hadist arbain ke-37, barangsiapa menghendaki/cita-cita/niat melakukan amal baik, akan mendapat 10 kebaikan dan kalau sampai terlaksana, maka akan mendapatkan 10x lipatnya. Akan tetapi tidak demikian untuk keburukan, niat keburukan tidak dihitung sebagai dosa, tetapi alangkah baiknya kalau kita tidak melakukan keburukan dalam hidup kita.

Selamat kepada program:
SD        : pemenang lomba gatrik ikhwan dan galasin akhwat
GA       : pemenang lomba galasin ikhwan
SM       : pemenang lomba ‘salam got tallent’
TK        : pemenang lomba gatrik akhwat
HR&A  : pemenang peserta favorit

Semoga bermanfaat



Rabu, 14 Januari 2015

Kultum siang SM: perbedaan ILMU dan HARTA

Kultum siang: Perbedaan ILMU dengan HARTA
Oleh: Rama – SM 1
Senin, 12 Januari 2015

Ali bin Abu Thalib ra. pernah berkata bahwa sesungguhnya ada banyak perbedaan antara ILMU dengan harta diantaranya:

11.      ilmu adalah warisan para Nabi dan Rasul,sedangkan harta adalah warisan Fir'aun dan Qarun,

22.      ilmu akan menjaga kita, sedangkan harta sebaliknya, kita yang harus menjaganya,

33.      semakin banyak ilmu semakin banyak orang yang menyayangi dan menghormatinya, sedangkan semakin banyak harta, semakin banyak musuh dan orang yang iri kepadanya,

44.      ilmu jika diamalkan akan semakin bertambah, sedangkan harta jika digunakan akan semakin bekurang/habis,

55.      pemilik ilmu akan dihormati dan mendapat sebutan baik, sedangkan pemilik harta seringkali dicemooh dan mendapat julukan yang buruk,

66.      ilmu tidak ada pencurinya sedangkan harta banyak pencurinya,

77.      pemilik ilmu akan diberi syafa’at (pertolongan) diakhirat kelak, sedangkan pemilik harta akan dihisab dan diusut asal-muasal hartanya oleh Allah swt.,

88.      ilmu akan kekal selamanya, sedangkan harta akan habis suatu saat nanti,

99.      pemilik ilmu akan dijunjung tinggi dengan kualitas manusianya, sedangkan pemilik harta akan dijunjung tinggi dengan kualitas hartanya, dan

110.  ilmu itu akan menyinari pemiliknya dan membuat hatinya menjadi lembut, sedangkan harta akan membuat gelap mata pemiliknya, hati menjadi keras dan hidup tidak tentram.

Mau memperbanyak yang mana? Silahkan pilih sendiri…

***

            Mengingat kisah zaman dahulu, seperti yang dikatakan saudara Rama, ilmu itu identik dengan para Nabi dan Rasul beserta perjuangannya sedangkan harta lebih kita kenal dengan istilah “Karun.”

Qarun merupakan seseorang yang terkenal dengan hartanya yang melimpah. Padahal ia hanyalah seorang pedangan biasa yang tidak memiliki kemampuan untuk memajukan usahanya. Akan tetapi karena kepatuhannya terhadap Raja Fir’aun, gelar kekuasaan tertinggi pada waktu itu, ia mendapatkan sebuah kesempatan emas yang diberikan oleh Fir’aun yaitu dipertemukan dengan Hamman, Perdana Mentri yang sangat diktator. Dengan segala macam kekuasaannya, Hamman yang memegang kendali penuh disegala bidang (termasuk ranah ekonomi dan politik), membantu usaha milik Qarun dengan sistem monopoli perdagangan. Mensentralisasi segala bentuk jual-beli kepada Qarun sehingga Qarun menjadi orang yang sangat kaya raya. Barang-barang yang hendak dijual, (secara paksa) harus dijual kepada Qarun dengan harga yang murah dan ia menjualnya dengan harga yang mahal.

Kemenangan yang diraih oleh Fir’aun, Haman dan Qarun sebagai pemimpin umat manusia, tidak dapat berlangsung lama dimuka bumi ini. Allah swt. memberikan azab kepada mereka semua, termasuk mengubur seluruh harta kekayaan milik Qarun kedalam bumi. Sehingga manusia modern menganggap temuan harta zaman dahulu merupakan “harta karun.”


Selasa, 13 Januari 2015

Senin Spirit pak arief 12 januari 2015

Senin Spirit: “Yang baik menurut kita belum tentu baik dimata Allah swt.”
Oleh: pak Arief Rahmawan
Senin, 12 Januari 2015

            Tepat pada tanggal 11 Januari 2015, hari libur jatuh pada hari minggu. Peristiwa ini banyak dimanfaatkan oleh orang-orang untuk melepas status lajangnya menuju pelaminan dan saling menikah satu sama lain. Tak lupa, sebuah lagu dari band Gigi yaitu 11 Januari, penuh mewarnai jalanan sepanjang Bogor-Jakarta dengan hiasan janur kuning disetiap simpangan jalan. Itulah yang kami (guru-guru SM) lihat ketika melakukan undangan bu Indah di Tebet dan bu Leni di Megamendung. “Horeee, selamat ya… semoga menjadi keluarga yang samara,” amiin.
            Cerita inspirasi pagi hari ini, tidak jauh berbeda temanya dengan momen nikahan yang berlangsung diberbagai tempat. Bukan dari kami (pasukan SM yang menuju Tebet dan Megamendung), melainkan dari pak Arief Rahmawan beserta keluarga besarnya yang melakukan resepsi pernikahan salah satu saudaranya di daerah Senayan, Jakarta Pusat.
            Kisah ini dimulai ketika keluarga pak Arief tiba dilokasi resepsi menjelang upacara pernikahan berlangsung. Setibanya disana, pak Arief dan istrinya yang merupakan bagian dari keluarga tersebut ditawari sewaan baju adat lengkap dengan propertinya. Kebaya untuk perempuan dan jas ala jawa serta keris, blangkon dan samping celana sempat ditawarkan oleh salah satu saudaranya istri pak Arief untuk dikenakan bersama agar terlihat kompak oleh seluruh tamu undangan.
            Awalnya beliau sekeluarga merasa sungkan, karena banyak ruang gerak yang terbatasi (berjalan seperti penguin) jikalau mereka menggunakan pakaian tersebut. Setelah dicarikan oleh EO penyewaan pakaian, ternyata stock pakaian yang disewa tersebut sudah habis ketersediaannya. Bersyukur karena hal semacam ini tidak sempat ditindaklanjuti oleh pihak keluarga, alhasil pak Arief sekeluarga mengenakan pakaian yang dipakainya dari rumah.
            Upacara pernikahan berlangsung dengan khidmat, semua mata tertuju pada kedua pengantin di tengah podium. Menjelang pembacaan tilawah, tiba-tiba salah satu Pak De (sepupu dari istri pak Arief) jatuh pingsan karena penyakit stroke yang dideritanya kambuh. Seketika suasana menjadi gaduh dan dapat ditenangkan kembali oleh beberapa panitia penyelenggara yang bertindak menangkan peserta undangan.
            Pak Arief yang melihat kejadian tersebut, dengan gesit langsung menghampiri korban yang tergeletak dilantai untuk ditenangkan dan memberikan pertolongan pertama. Bersyukur ada salah satu saudara perempuannya (yang merupakan seorang perawat), mengambil alih penanganan tersebut untuk membuka jalan pernafasan sehingga korban dapat tertolong. Melihat kondisi tersebut, pak Arief bergegas menuju parkiran mobil dan mengambil mobilnya untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena tidak ada satupun pihak keluarga yang berinisiatif mengambil kendaraan untuk menolong Pak De dari gedung pernikahan tersebut.
Setelah korban digotong dan dimasukkan kedalam mobil, pak Arief menuju kursi stir mobil untuk membawa kendaraan tersebut. Dilihatnya ada istri dan anak Pak De sudah duduk dikursi depan dengan niat mengantarkan suaminya. Merasakan kondisi yang kurang mendukung, pak Arief meminta dengan santun kepada keluarganya agar digantikan dengan orang lain yang sudah paham daerah Jakarta. Ternyata, istri dan anak-anaknya korban berasal dari Semarang yang tidak mengetahui sama sekali daerah Jakarta. Dengan sedikit penjelasan, akhirnya pihak keluarga legowo keluar dari mobil dan digantikan dengan orang lain yang lebih mengetahui seluk beluk Jakarta.
Alhamdulillah, Pak De dapat tertolong oleh pihak rumah sakit dan sampai saat ini Pak De sudah dapat dipulangkan untuk perawatan intensif dirumah. Dibalik kisah ini, ada maksud Allah swt. menetapkan pak Arief tidak mengenakan pakaian adat. Dengan pakaian yang lebih santai, pak Arief dapat leluasa bergerak terutama menolong saudaranya yang sedang sakit.
Mungkin akan lebih menarik kalau pak Arief mengenakan pakaian adat, tetapi perlu kita renungkan bahwa, “SESUATU YANG BAIK MENURUT KITA BELUM TENTU BAIK DIMATA ALLAH SWT. BEGITUPUN SEBALIKNYA.” Yang pasti, Allah swt. akan memberikan ketetapan terbaik-Nya untuk kita semua.
Hikmah lain yang dapat kita petik adalah kondisikan diri kita untuk selalu dalam keadan SIAP & SIGAP dalam keadaan apapun dan jangan pernah panik untuk melakukan pertolongan pertama bagi siapa saja yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat





Jumat, 09 Januari 2015

Abu Nawas mencuri roti

Kisah Abu Nawas mencuri roti
Kamis, 8 Januari 2015
Inspirasi siang/kultum oleh: pak Nathiq (Aula SM)

Abu Nawas adalah seorang bujangan yang mempunyai kebiasaan baik dalam segala bentuk aktifitasnya, yaitu “mengucapkan basmalah sebelum melakukan sesuatu.” Suatu hari Abu Nawas mengalami kondisi yang amat sangat parah. Setelah terkena PHK dari pekerjaannya, Abu Nawas bertahan hidup dengan keadaan serba kekurangan. Disamping kondisi kuangannya yang semakin menipis, dia dihadapkan dengan kebutuhan ekonomi yang tidak ada toleransi untuknya salah satunya yaitu kebutuhan makan dan minum.
Roda kehidupan yang dialami Abu Nawas seolah seperti berada pada titik paling bawah yang semakin hari semakin memburuk, tidak ada satupun kabar baik untuk dirinya dari orang lain, sampai-sampai dia rela menekan dan mengganjalkan perutnya dengan batu yang diberi sabuk agar rasa laparnya dapat berkurang. Namun kondisi ini tidak memperbaiki keadaan yang menimpanya.
Dalam kondisi seperti itu, Abu Nawas yang terkenal sebagai anak solih dikampungnya, mulai mengemis kesetiap rumah, berharap mendapatkan sepeser uang dari orang lain untuk dia belikan makanan untuk dirinya. Hampir seharian dengan berkeliling dengan perut kosong, tidak ada seorangpun yang membukakan pintu untuknya, apalagi memberinya uang.
Setelah berusaha mencoba dengan cara yang halal, akhirnya dia menemukan sebuah rumah kosong yang terbuka jendelanya. Kain hordengnya terbuka dan tidak ada seorang pun yang menjawab salamnya. Diintipnya ruangan didalam rumah tersebut dari luar jendela dan dia mulai mencoba masuk untuk menghilangkan rasa penasarannya tersebut.
Tak jauh dari jendela dari tempat masuk, ada sebuah meja makan berukuran besar yang diatasnya banyak terdapat berbagai macam makanan yang sudah siap disajikan. Tak kuat menahan rasa laparnya, Abu Nawas mengambil sebuah roti seraya berucap basmalah.
“Bismillahirrahmanirrahiim…” Sambil dia gigit roti tersebut dimulutnya.
            Belum sempat terpotong roti curian  yang sempat dia gigit itu, dia mulai merasakan cemas, merinding dan khawatir akan perbuatannya tersebut dimata Allah swt. sehingga dia segera menyimpannya kembali dan beranjak pergi bertaubat meminta ampun kepada Allah swt. didalam sebuah mesjid.
Seusai melakukan shalat Ashar dan berdzikir kepada Allah swt. tiba-tiba ada seseorang dari belakangnya yang hendak mengajaknya berbicara serius kepada Abu Nawas. Setelah dia menoleh, barulah dia mengetahui bahwa orang itu adalah pak Ustad yang hendak menikahkan beliau dengan seseorang.
“Wahai Abu Nawas, maukah kamu menikahi seorang janda muda dari kampung ini?”
Dengan berbagai macam pertimbangan yang saling berbenturan dipikirannya, akhirnya Abu Nawas menyetujui permintaan tersebut. Seketika mesjid tersebut ramai didatangi masyarakat dan dilangsungkan akad nikah antara Abu Nawas dengan janda muda. Pernikahan itu berlangsung dengan cepat.
Abu Nawas dan janda muda akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Sambil keluyungan tanpa bisa berfikir jernih, Abu Nawas diajak pulang kerumah janda muda untuk menyantap makan malam yang sudah disediakan oleh janda muda untuk dirinya dan keluarganya. Abu Nawas kaget melihat rumah istrinya yang ternyata rumah tersebut adalah rumah yang hendak dia curi makanannya karena kelaparan.
Melihat kondisi salah satu roti yang sudah tergigit, istri Abu Nawas kaget dan menggerutu tanpa ia ketahui pelakunya. Akhirnya Abu Nawas berkata jujur sejujur-jujurnya kepada istrinya tentang kondisi Abu Nawas beserta kondisi roti tersebut. Setelah semuanya telah dimaafkan, Abu Nawas menyantap habis makan malam yang sudah disediakan itu bersama istrinya.
***
            Nasib manusia yang dilakukannya sejak masih kecil bahkan sampai lansia, saling mempengaruhi kehidupan yang dialaminya, terutama perkataan dan perbuatannya semasa hidup. Orang yang latah dengan perkataan buruk akan selalu ditampilkannya ketika sedang tidur, beraktifitas maupun sakaratul maut. Begitu pula dengan kebaikan, beruntung Abu Nawas memiliki kebiasaan yang baik sehingga diakhir cerita dia bisa mendapatkan “happy ending” dengan mendapatkan makanan dan istri solihah. Lantas, bagaimana dengan kita?

            Kembali kita mereview perkataan pak Okwan bahwa apapun yang kita dapatkan tergantung pada Habits kita. Kalau kita ingin diperlakukan baik dan mendapatkan berbagai bentuk kebaikan, segeralah berbuat baik. Semoga kita meninggal dalam keadaan yang baik, khusnul khotimah. Amiin… 

Kamis, 08 Januari 2015

Mengapa harus surat Al-Ashr?

Mengapa harus surat Al-Ashr?
Kamis, 8 Januari 2015
Oleh: bu Samiah

“Apakah teman-teman selalu berdo’a sebelum pulang sekolah?”

“Ya”

“Membaca surat apa saat hendak berpamitan dan pulang sekolah?”

“Al-Ashr”

“Apakah hanya teman-teman SM saja yang membaca surat ini? Ataukah sekolah lain juga?”

“Hmm, kurang tahu saya…”

            Diatas adalah percakapan yang dilakukan oleh seorang guru (walikelas) kepada murid-muridnya selepas membaca do’a pagi. Ibu guru mengawali pertemuan pada hari itu dengan sebuah pertanyaan yang sebenarnya sering dilakukan oleh kita semua namun sering kita lewati intisari/pemaknaan dari kegiatan rutin kita yaitu “membaca surat Al-Ashr menjelang pulang sekolah.”

“Mengapa kita dianjurkan membaca surat Al-Ashr sebelum pulang sekolah/ketika pamit dari sebuah majlis?”

            Dalam surat Al-Ashr dijelaskan bahwa kita semua sebagai manusia (tak terkecuali satu pun) adalah termasuk orang-orang yang mengalami kerugian. Entah dalam bentuk apapun kerugian yang dimaksud pada surat tersebut, Allah swt. memberikan peringatan kepada kita semua untuk senantiasa melakukan 4 hal dalam kehidupan ini agar kita selamat dari kerugian tersebut. 4 kegiatan yang dapat menolong manusia yang dimaksud dalam kandungan surat Al-Ashr yaitu sebagai berikut.
·        
  1. Orang-orang soleh/solehah
  2. ·         Melakukan amal baik
  3. ·         Saling menasehati dalam kebaikan
  4. ·         Bersabar

            Semua poin tersebut sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. kepada seluruh umatnya terutama ketika hendak pergi dari sebuah pertemuan. Hal ini dimaksudkan agar sesama manusia dapat saling mengingatkan satu sama lain untuk tidak melakukan keburukan dan tidak terputus amalannya untuk mengerjakan kebajikan selama hidupnya.

Manusia tidak pernah luput dari dosa, oleh karena itu tidak ada salahnya apabila kita membaca surat Al-Ashr sebagai surat penutup yang dibacakan sebelum pulang sekolah, justru sangat direkomendasikan. Semoga kita bisa mengamalkan kebaikan-kebaikan yang terkandung dalam isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan dimasukkan kedalam surgaNya Allah swt.
Amiin yarobbalalamiin...

Semoga bermanfaat



Selasa, 06 Januari 2015

curanmor

Curan-Mor
Oleh:   M. Dhinar Zulfiqar
Selasa, 6 Januari 2014

Baru saja saya mendengar kabar dari seorang teman yang kehilangan motornya saat sedang diparkir. Sepeda motor yang baru saja diambilnya itu dari dealer, raib diambil orang. Sederhana, hanya ditinggalkan selama kurang lebih 15 menit dengan mengandalkan kunci stang, tiba-tiba motor tersebut hilang didaerah Katulampa, Bogor.
Cicilan yang sudah dibayar selama 3 bulan itu, terpaksa harus diproses untuk mendapatkan bantuan dari pihak asuransi yang dapat meringankan beban ‘korban’ dari kasus curanmor tersebut. Hari ke-2 rapat kerja program sekolah, mau tidak mau harus izin seharian penuh agar selesai tepat waktu.
            Alhamdulillah motor tersebut merupakan motor cicilan (bukan cash) sehingga ‘ujian’ yang diterima oleh teman saya ini tidak terlalu berat. Mohon do’anya semoga dilancarkan dalam proses pelaporannya dan segera cair dana asuransinya. Amiin.
***
Untuk menjaga kendaraan kita dari curanmor yang saat ini merajalela, kepada teman-teman semua diharapkan untuk mengunci ganda kendaraannya terutama sepeda motor agar tidak kehilangan. Guna untuk menambah wawasan tentang keamanan dalam berkendara sepeda motor, dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang macam-macam “kunci gembok dan pengamanan terhadap motor”, penggunaannya dan resiko yang harus dikenali oleh pengguna motornya, diantaranya sebagai berikut:
Jenis kunci/keamanan
Lokasi penggunaan
Kekurangan
Kunci stang
Kunci motor
Bisa langsung dijebol/dirusak dengan menggunakan kunci T (kunci yang biasanya dimiliki oleh maling)
Penutup kunci stang (biasanya sudah terpasang pada motor)
Besi pelindung pada kunci motor (dengan menggunakan belakang kunci)
Bisa dihancurkan dengan tekanan paksa atau dipukul dengan
Gembok (pendek) cakram roda depan
Piringan roda/cakram depan
Didorong paksa sampai gembok rusak (beresiko ban terlepas) atau batang gembok digergaji besi
Gembok (panjang) cakram roda depan
Piringan roda/cakram depan
Batang gembok digergaji besi sampai patah
Alarm  sepeda motor
Dekat sayap dan mesin motor
Suara rusak apabila terkena banjir, pembobolan/ perusakan kabel strum alarm oleh pelaku sehingga tidak menyala (mati) suaranya
Rantai
Ban belakang
Digergaji besi/diangkut kedalam mobil bak
Mencabut busi
Lokasi busi motor
Ribet dan berkemungkinan membuat cangklong menjadi kendor
Kunci modifikasi (berbentuk silang atau lingkaran, pesan di bengkel/sparepart motor)
Kunci motor dan lubang masuknya kunci yang sudah dimodif, cukup dikunci stang dengan menggunakan kunci jenis ini
Cukup aman (dari kunci T) namun membutuhkan biaya lebih untuk pemasangannya
Menggunakan seluruh kunci dan jenis keamanan
Seluruh bagian motor
Sangat aman namun ribet
Memarkirkan kendaraan di mall dalam waktu yang lama
Mall dan tempat umum lainnya
Plat nomor kendaraan kita diganti dan dibobol dengan menggunakan kunci T
Parkir sembarangan
Dimana saja
Rawan curanmor
Anak membawa motor
Anak-anak & remaja
Rawan penodongan dan hipnotis (berbagai modus kejahatan)

Banyak cara agar kendaraan kita terhindar dari kejahatan/curanmor. Minimal dengan berikhtiar dan berdo’a kepada Allah swt. agar kendaraan kita senantiasa dilindungi-Nya dan salah satu usaha kita untuk mempertahankan harta kita (kewajiban bagi seseorang yang memilikinya). Pastikan kita menempatkan kendaraan kita di tempat yang aman.
Tetap bersabar dan teruslah mencari keadilan dari setiap peristiwa yang telah menimpa kita. Kendaraan milik kita itu merupakan hak kita dan kita berhak untuk memerangi siapa saja yang mencoba merampasnya (kalau memang pelaku diketahui) dan ingat bahwa ini adalah negara hukum, kita harus mengikuti proses yang telah disepakati sebagai wujud cinta terhadap negari kita. Semoga kita semua diampuni oleh Allah swt. Teruslah berbuat baik.
Semoga bermanfaat