Rabu, 08 Juni 2016

kultum tarawih #3 Ramadhan 2016 "sedikit ulasan tentang Ramadhan"

Kultum Tarawih #3 Ramadhan 1437 H
Masjid Darut Tamam BTN Tanah Baru Blok H
Selasa, 7 Juni 2016
Oleh: Ust. Dzul

Assalamu’alaikum wr.wb.

Kultum kali ini terkait tentang ulasan seputar bulan Ramadhan. Sudah banyak informasi yang bisa kita baca dimedia-media, singkatnya, zaman sekarang ini kita sudah dimudahkan oleh teknologi.

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah yang didalamnya  kita diwajibkan untuk berpuasa selama 1 bulan penuh. Makna puasa itu sendiri adalah menahan hawa nafsu dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Hawa nafsu yang dimaksud bukan hanya menahan lapar dan haus secara fisik, begitupun dengan nafsu keburukan seperti berkata dusta, marah-marah, birahi/orientasi seksual, ghibah, dengki terhadap orang lain dan nafsu lainnya. Menahan lapar dan haus termasuk nafsu yang bisa dibilang mudah untuk kita hadapi, termasuk anak-anak sekalipun. Akan tetapi nafsu ruhaniah dan penyakit hati adalah termasuk jenis nafsu yang sulit untuk kita kendalikan.

Berbicara tentang bulan Ramadhan, banyak sekali kebaikan yang bisa kita peroleh khusus dibulan suci ini. Oleh karena itu disarankan untuk kita menambah amal kebaikan untuk mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah.

Membaca Al-Qur’an

Dioptimalkan untuk kita membaca Al-Qur’an baik itu tadarus, tilawah sendiri atau menyimak bacaan orang lain. Pahala yang kita peroleh akan dilipatgandakan bahkan oleh Allah swt. Pergunakanlah waktu senggangmu untuk hal yang positif.

Berinfaq

Dibulan biasa, balasan untuk orang yang berinfaq bisa mencapai 700x lipat, seperti sebuah biji yang ditanam, mempunyai 7 ranting dan disetiap ranting memiliki 100 buah. Lantas, bagaimana dengan bulan Ramadhan? Pasti lebih banyak lagi kebaikannya.

Pahala ibadah puasa hanya Allah swt. yang menghitungnya dan kita tidak tahu apakah pahala kita diterima atau tidak. Satu hal yang pasti, kita harus berusaha semaksimal mungkin, terutama dalam hal beribadah untuk fokus dan mengoptimalkan sebaik mungkin.

Semoga bermanfaat


Chanel NatGeoWild Tentang Gajah Sumatra, Miris...

Chanel NatGeoWild Maghrib

Bogor, 8 Juni 2016

Rabu ini, liburan terakhir yang aku lalui diawal Ramadhan 1437 H. Buka puasa di hari ke-3 ini, aku, Ibu dan Kakak lengkap ada dirumah, sama seperti hari pertama dan kedua.

Menjelang maghrib, kami selalu menyaksikan tayangan pada salah satu stasiun TV local SCTV. Kakakku beranggapan, “jika kita mengambil jadwal imsyak di SCTV, agar lebih adil kita menantikan adzan maghrib dari stasiun TV yang sama (berhubung setiap sahur kami selalu menonton acara Para Pencari Tuhan).”

Ketika saluran TV lain sudah mengumandangkan adzan, termasuk masjid-masjid disekitar rumah sudah mulai terdengar, chanel yang kami saksikan justru sibuk dengan puluhan iklan yang tayang dan melupakan tayangan adzan. Sungguh sangat disayangkan.

***

Inti dari kisah ini bukanlah pada kekhilafan tayangan adzan di TV. Saat kami tengah berbuka puasa, ibuku yang memegang remot TV sibuk mencari chanel dengan harapan menemukan acara yang bagus yang dapat kami saksikan bersama. Berhubung banyak iklan yang tayang distasiun TV lokal, ibuku tidak sengaja melewati beberapa saluran TV luar negeri saat sedang fokus dipindahkan pada saluran USeeTV.

Singkat cerita, tibalah kami pada chanel NarGeoWILD, acara yang selalu menayangkan dunia flora dan fauna. Ibuku sangat tertarik pada acara tersebut karena biasanya menampilakan keindahan alam dari seluruh penjuru dunia. Aku dan kakak ikut menonton sambil menyantap menu buka puasa.

Maghrib itu, chanel NatGeoWild dengan judul “1000 Days for Planet…” menampilkan sekumpulan gajah yang sedang berlari diperkebunan kelapa sawit. Sang pembawa acara mengatakan (kami membaca subtitle-nya) bahwa gajah tersebut sedang diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Saat ditanya kepada penduduk sekitar, ternyata pemburu tersebut adalah penjaga kebun kelapa sawit (swasta).

Setelah digiring, akhirnya sekumpulan gajah yang panik itu masuk kedalam hutan. Dalam pernyataan yang disampaikan sang pembawa acara, mereka mengatakan,

“Hukum di Indonesia terhadap konservasi Flora dan Fauna sangat lemah”

Dari kalimat itu kami mulai sadar bahwa yang sedang ditayangkan tersebut adalah dokumenter NatGeoWild di tanah Indonesia, Pulau Sumatra lebih tepatnya. Dan yang sedang mereka bahas adalah ‘Gajah Sumatra’.

“Perkebunan kelapa sawit begitu sangat dibanggakan meskipun merusak hutan, padahal sebenarnya ini dapat mengakibatkan banyak kepunahan Flora dan Fauna di Sumatra.”

“Ingin sekali rasanya membeli tanah Sumatra sekitar 1.000 hektar dengan uang euro kami. Jika diizinkan, kami akan membuat hutan cagar alam demi melindungi Flora dan Fauna dari kepunahan.”

“Namun, seandainya berlangsung sekalipun, kami tidak tahu apakah periode pemerintahan selanjutnya akan tetap mengizinkan? Entahlah. Kami mengkhawatirkan Flora dan Fauna di Sumatra.”

“Setiap tahun selalu ada gajah yang mati karena pemburuan dan kekurangan lahan tinggal/hutan, jumlah yang tersisa sekitar 500 spesies.”

Kurang lebih seperti itu pernyataan selanjutnya.

JLEBBB….!!!

MALU…..!!!

MIRIS……..!!!

Kalau memang chanel itu tayang diseluruh dunia, dimanakah wajah negeri kita akan disimpan. Bukan karena gajah atau perkebunan kelapa sawit, akan tetapi bagaimana kita menyikapi pernyataan tersebut. Dimanakah pemerintah Indoensia? Apakah mereka melihat?

Berdasarkan pengalamanku pergi ke daerah Sumatra (Bengkulu dan Jambi), terlihat dari jendela pesawat, memang benar pulau Sumatra dipenuhi perkebunan kelapa sawit. Akan tetapi, aku baru benar-benar menyadari bahwa efek yang ditinggalkan pada perkebunan tersebut begitu tidak adil, bahkan untuk pelestarian alam termasuk Flora dan Fauna. Perasaanku begitu sangat berat setelah menyaksikan tayangan tersebut.

***

Ibuku yang kurang begitu paham dengan bahasa Inggris dan subtitle yang begitu cepat, langsung memindahkan chanel yang kami tonton ke saluran TV lokal. Dalam sebuah berita, diinformasikan bahwa presiden dan mentri-mentrinya malam ini tengah menghadiri acara haol alm. Taufik Kemas. Dengan wajah yang berseri-seri mereka berkumpul. Aku bertanya spontan kepada kakakku, “A’ apakah pemerintah nonton acara NatGeoWild tadi?”

“Mana sempet!” Kakakku menjawab sambil menyantap ta’jil yang dihidangkan.

***

Ah sudahlah, aku hanya bisa berdo’a kepada yang Maha Kuasa. Aku hanya bisa menuliskan cerita ini. Kepada seluruh masyarakat didunia, dimanapun kita berada, mari kita sayangi alam kita mulai dari lingkungan terkecil, lingkungan yang berada disekitar kita. Cintai Flora dan Fauna Indonesia dan alam raya yang telah dititipkan Allah swt. kepada kita sebagai khalifah. Minimal tidak memburu atau merusak lingkungan mereka.

Semoga kita semua diberi kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Semoga, kepunahan flora dan fauna dapat dihentikan secepatnya dan alam menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Dear, siapapun…

Semoga bermanfaat

Selasa, 07 Juni 2016

Kultum Tarawih #2 Ramadhan 2016 Pengelolaan Masjid

Kultum Tarawih #2 Ramadhan 1437 H
Masjid Darut Tamam BTN Tanah Baru Blok H
Senin, 7 Juni 2016
Oleh: Ust. Warsito

Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah jamaah pada malam hari ini cukup banyak, semoga tetap istiqomah memenuhi masjid untuk kedepannya. Banyak hal yang disampaikan, hm… cek it out!

Ada 3 hal penting yang sangat berkaitan erat dengan bulan Ramadhan

1. Tarawih
Shalat malam tarawih hanya kita temukan dibulan Ramadhan, sedangkan dibulan lain tidak ada. Oleh karena itu, optimalkan waktu kita bersama keluarga dan kerabat untuk bersama-sama melaksanakan shalat tarawih. Disamping mencari rahmat dan keberkahan dibulan Ramadhan, juga dapat mempererat silaturahim antar sesama.

2. Tilawah
Kita tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya tilawah. Setiap huruf yang kita baca akan dibalas pahalanya berkali-kali lipat. Untuk saudara yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, targetkan untuk khatam minimal 1x khatam (30 juz dengan jangka 1 hari 1 juz). Tilawah tidak mesti harus menunggu jadwal shalat atau ketika kita berada dimasjid. Dikantor, disekolah, dirumah bahkan dimanapun kita berada, terutama sekarang adalah bulan Ramadhan, utamakan dan sempatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an.

3. Berinfaq
Berinfaq kapanpun waktunya sangat-sangat dianjurkan. Selain untuk mensucikan harta kita, juga untuk membantu sesama yang kurang mampu. Berinfaq dibulan Ramadhan mempunyai keutamaan yang berbeda dengan bulan lain, sedikit saja kita berinfaq akan dibalas dengan kebaikan yang banyak, apalagi jika kita berinfaq dalam jumlah yang besar, semoga Allah swt. menambah rizki kita, amiin.

***

Pada bulan Ramadhan, hampir setiap masjid membuat agenda positif dengan harapan dapat membantu jamaahnya menjadi lebih baik lagi, misal agenda rutin pengajian, kultum, sanlat, dan lain sebagainya. Hal tersebut diselenggarakan demi mendapatkan berkah dibulan Ramadhan. Berkah itu tidak harus kaya raya, ‘sedikit tapi cukup,’ itulah makna berkah yang sebenarnya.

Singkatnya, ada 3 hal menuju keberkahan.

1. How to image/cara menggambarkan
Setiap masjid dibangun pasti dengan maksud dan tujuan yang mulia. Jika ada orang yang malu pergi kemesjid karena belum bisa shalat, maka masjid tersebut membuat program pelatihan shalat untuk orang-orang yang belum bisa shalat.

Pun demikian jika ada orang yang enggan ke masjid karena belum bisa mengaji, maka masjid bertanggung jawab membuka pengajian secara masal/umum untuk membantu orang-orang agar bisa mengaji, bahkan dimulai dari 0 (pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, dsb).

Masjid yang hidup adalah masjid yang selalu memiliki program setiap waktunya. Warga sekitar nyaman dengan keberadaan masjid sebagai ladang ilmu. Dengan program-program tertentu, harapannya masjid menjadi tempat berkumpul satu sama lain, saling bersilaturahim, saling menimba ilmu dan melakukan aktifitas yang bermanfaat pastinya.

2. How to marge/cara mengelola
Setiap warga yang tinggal disekitar masjid (terutama perumahan), biasanya terjadi perbedaan pendapat antara golongan (Muhammadiyyah, NU, Persis, dsb). Tidak afdhol, jika sekiranya 1 masjid terdiri dari beragam harokah yang tidak tentram. Maka satu-satunya cara untuk bisa menggabungkan semuanya adalah dengan ‘toleransi’.

Toleransi yang tinggi dan sikap saling percaya satu sama lain adalah dasar untuk menjalankan program masjid yang beragam. Diiringi dengan pengajian-pengajian dan pembahasan dalil-dalil, maka terciptalah suatu kondisi yang tenang dan damai. Hal ini akan berimbas pada seluruh jamaah, harapannya ‘masjid ini bukan masjid aku tapi masjid kita semua’.

3. Pemberdayaan
Setiap individu pasti memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Keberagaman ini akan menciptakan suasana yang lebih berwarna jika masjid dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Beberapa cara yang dapat ditempuh diantaranya:

a. Membuat majlis ilmu
Majlis ilmu yang menarik adalah menarik jamaah semua kalangan, tidak hanya usia pun dengan status sosial didalamnya. Misal, ada pengajian anak-anak, kajian remaja, dan orang tua terlibat didalamnya. Tidak hanya untuk golongan menengah ke atas, tapi mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Tentu ada perbedaan antara usia senior (>40 tahun) dengan usia dibawah 40 tahun dalam menyikapi beberapa aspek tertentu. Bukan berarti itu menjadi penghalang bagi kita untuk  terus berdakwah dan menjalankan majlis ilmu.

b. Pemberdayaan
Mungkin ada diantara kita yang berprofesi sebagai guru, dosen, pegawai bank, pegawai swasta. Akan lebih inovatif jika yang memberikan kultum adalah orang-orang yang memiliki profesi yang bermacam-macam, tidak terpaku pada pengurus masjid. Begitupun dengan kepanitian acara lainnya.

c. Sensus
Adakalanya masjid harus melakukan sensus penduduk dengan konten yang bervariasi. Andai misal ada orang yang berbakat menjadi khotib, maka masjid harus memiliki datanya. Pun demikian dengan data naik haji/umroh, mungkin dengan program tertentu, saldo sisa dari kas masjid bisa memberangkatkan haji/umroh untuk orang-orang yang belum mampu.

“masjid yang luas itu bukan berarti masjid yang bangunannya besar, melainkan memiliki pengaruh kebaikan yang luas untuk masyarakatnya”


 Semoga bermanfaat

Pengajian Bulanan SALAM "PERNIAGAAN"

Pengajian Bulanan SALAM
Jum’at, 3 Juni 2016
Aula SM Sekolah Alam Bogor
Bersama: Dian Ranggajaya M.E, SY
“Perniagaan, indahnya muamalah dibulan berkah”

Assalamu’alaikum wr.wb.
Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat walafiat… amiin ya rabbalalamin. Kali ini kita akan membahas sedikit tentang muamalah yang pernah disampaikan saat pengajian bulanan beberapa hari yang lalu. Kira-kira seperti apa ya? Hm… mudah-mudahan saya tidak mengurangi/melebihkan konten materi yang disampaikan. Mohon masukkannya, hatur nuhun…

***

Berbicara tentang status di media sosial. Banyak orang-orang yang zaman sekarang hobinya update status. Seperti ada yang kurang jika belum mengup-date sesuatu mengenai dirinya. Ada 3 jenis orang yang update status, yaitu:
1.    
1. 1.  menceritakan kesenangan, orang seperti ini selalu memberikan kebahagiaan untuk orang lain yang membaca statusnya. Meskipun ia mengalami masa sulit, orang tipe ini tetap akan berusaha membahagiakan orang lain dengan cerita senangnya, berusaha semaksimal mungkin menutup aib/kesulitan yang dialaminya.
2.   
2   2. menceritakan kesusahan, orang ini adalah kebalikan dari tipe pertama, hobinya selalu berkeluh kesah dan curhat (seperti gajian telat, kehilangan barang, marah dengan teman, dsb.) demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Meskipun ia mendapatkan kebaikan, hal tersebut sangat minim untuk diceritakan dalam sebuah status, justru keburukan yang selalu diumbar. Orang tipe ini sebaiknya kita dakwahi agar bisa taubat.
3.  

e33.    orang yang menceritakan keduanya (kesenangan dan kesusahan), orang semacam ini adalah tipe orang yang perlu dibimbingan dalam mengaplikasikan media sosial. Hidupnya mengikuti arus dan seolah tidak mempunyai prinsip. Ketika mendapatkan senang, ia bahagia, pun demikian ketika kesulitan melandanya, ia akan bersedih.

Status guru sebagai pendidik adalah status yang sangat mulia. Mengapa? Karena di tangan tenaga pendidik, seluruh umat pemikirannya akan terbentuk. Seorang guru yang memiliki teladan dan kepribadian yang bagus lalu diikuti oleh muridnya, maka akan bertambah jumlah umat yang berakhlak baik.

Seorang pendidik bekerja tidak dengan otot semata, melainkan dengan otak (kecerdasan). Zaman dahulu, guru adalah sosok yang sangat dinanti sekaligus dikagumi. Masjid dijadikan tempat menempa ilmu oleh banyak orang sehingga banyak kemajuan teknologi berkembang saat itu pada masa islam jaya.

Sejak runtuhnya Turki Islaami, hanya dengan Ghazul Fikri (perang pemikiran), kurang dari 90 tahun, umat Islam saat itu mengalami keruntuhan yang amat dahsyat. Orang bercardar menjadi kafir, omongan aqidah menjadi panatis, orang shalat menjadi celaan, dan seterusnya sampai sekarang.

Oleh karena itu, saat ini, seorang guru harus bersikap sangat bijak. Orang yang bijak harus bisa terus belajar dan menambah kapasitas/kompetensi dirinya. Belajar dari pengalaman masa lalu, semoga Islam dapat menemukan kejayaannya dimasa yang akan datang. Salah satu ilmu yang diperlukan bagi seorang guru adalah ilmu bisnis.

“Bisnis berkah, rezeki berlimpah”

Sebelum melangkah lebih jauh, pernah dengar istilah koperasi? Koperasi adalah salah satu sumber riba yang ada di Indonesia dan menurut pandangan Islam, koperasi jelas bukan bukan pahlawan buruh Indonesia. Mengapa?

Dalam koperasi kita mengenal istilah “simpan-pinjam”, dan dalam akad koperasi, ‘ketika kita meminjam maka akan ada lebihnya (hasil usaha)’. Pada prakteknya, bukan hasil usaha yang nasabah terima, melainkan riba.

“Semua bentuk pinjaman yang ada lebihnya adalah riba, koperasi berbunga kecil sekalipun adalah riba.”

Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 275-276:
275. orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

276. Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah[177]. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[178].

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.
[175] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
[176] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.
[177] Yang dimaksud dengan memusnahkan Riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
[178] Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan Riba dan tetap melakukannya.

***

”Bisnis yang modalnya bersumber dari bank, sampai saat ini belum ada yang kaya raya, yang ada hanyalah terlihat kaya”

Kembali pada pembahasan tentang koperasi, kebanyakan sekolah (termasuk didalamnya adalah para guru) belum memahami arti riba secara keseluruhan. Asas koperasi yang selama ini dianggap menguntungkan, belum pernah dibahas mendetail dari pandangan islam. Perlunya belajar muamalah bagi para guru adalah hal yang sangat penting, agat tidak menyesatkan anak didiknya. Guru harus mampu membuka wawasan dan cakrawala agat tidak masuk dalam lingkaran kesesatan yang selama ini membelenggu pendidikan.

“kalau kita meminjam ke koperasi karena ‘butuh’, mengapa nominal yang di berikan justru dilebihkan, bukankah itu riba?”

Ada 5 jenis barang riba, yang ketika melakukan proses jual-beli, kita harus berhati-hati dan harus dilakukan secara tatap muka langsung, diantaranya adalah:
·         Emas
·         Perak
·         Gandum
·         Barley
·         Kurma

Haram hukumnya bagi kita jual beli emas dengan cara barter (saling menukar barang) atau secara online. Atau jual-beli emas secara kredit. Yang halal adalah yang cash.

“Semakin besar keuntungan riba yang diperoleh maka semakin besar pula hitungan dosanya”
Dalam surat Al ‘Araf ayat 96 menggambarkan bahwa kita harus melakukan transaksi secara jujur (sesuai aturan dan syariat) untuk memperoleh keberkahan

96. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Tidak hanya ibadah yang dibahas dalam Islam, subhanallah, termasuk urusan harta harus diperhatikan untuk menjadi orang yang bertakwa.

4 hal yang akan ditanyakan Allah swt. diakhirat kelak:
·         Dihabiskan untuk apa umur kita?
·         Dihabiskan untuk apa badan/tubuh kita?
·         Dihabiskan untuk langkah kita?
·         Dari mana HARTA kita dan dihabiskan untuk apa HARTA kita?

Saking istimewanya urusan harta, selalu menjadi pembahasan dalam Al-Qur’an dan Hadist. Lantas, apakah kita masih menyepelekannya?

Contoh lain, dalam surat An-Nisa, kebanyakan ayatnya membahas tentang ‘waris’. Jikalau seorang laki-laki meninggal dunia, maka yang wajib dapat adalah istri, anak dan orang tua lelaki tersebut. Sayangnya, banyak kasus yang membagi waris (seorang laki-laki) tidak kepada orang tuanya (seolah dilupakan) dikarenakan kurangnya pemahaman tentang waris. Miris.

Belum lagi, seorang yang mati tersebut harus menanggung pertanyaan, “mengapa tidak mengajarkan anak/keluarga tentang hukum waris?” dan seterusnya… Anak/keluarga wajib tahu tentang fiqh muamalah seperti waris, mengurus jenazah, membagikan zakat, sikap, toleransi dsb.

“Fiqh muamalah adalah peraturan syariah yang berhubungan dengan aspek-aspek praktis bagi seorang mukallaf (orang yang telah dianggap mampu bertindak hukum, baik yang berhubungan dengan printah Allah swt. maupun laranganNya)”

***

Dibidang bisnis dan transaksi keuangan, semua harus bersumber dari dalil-dalil yang rinci. Rambu-rambu dasar dalam bisnis dijelaskan oleh Ibnu Amis Al Hanafi, “Hukum setiap jual-beli adalah halal.”

Imam Syafi’i berkata: “Allah telah menghalalkan setiap jual beli apabila tidak ada larangan dari Rasulullah saw.”

Dilarang oleh Rasulullah menjual barang yang belum kita miliki (belum ada barangnya). Misal kita menjual kambing padahal kita sendiri tidak mempunyai kambing yang dimaksud. Ketika uang sudah kita terima lalu kita pergi ke pasar untuk mencari kambing, maka transaksi tersebut diharamkan. Maka, jualah barang yang sudah kita miliki/sudah disediakan.

Bagaimana agar bisnis berkah?
·         No riba
·         No gharar
·         No dzalim (maisir, khiyar)
Membuat kartu member secara berbayar (misal Rp 50.000,-) dengan keuntungan mendapatkan bonus 10% untuk tiap produk tertentu adalah haram. Terdapat sistem maisyr (judi) yang berlangsung didalamnya, jika kita gunakan maka kita untung dan jika kita tidak menggunakan maka mengalami rugi. Maka hal tersebut adalah haram.

Berbeda dengan sistem member yang gratis (didapatkan secara cuma-cuma). Ada kebijakan tertentu dari pengelola/penjual barang yang berarti hadiah untuk konsumen.

Beberapa jenis riba:
·         Jasa bank konvensional
·         Hutang-piutang ditambah bunga/manfaat
·         Jual-beli emas/perak/mata uang tidak tunai
·         Tukar-menukar makanan pokok tidak tunai
·         Denda dalam transaksi
·         Akad kerjasama dengan jaminan modal kembali dan ditambah bagi hasil
·         Gadai ditambah bunga manfaat

BANK. Menabung artinya menitipkan uang. Titip adalah sesuatu milik kita yang utuh diberikan kepada orang lain dan dikembalikan secara utuh pula. Seandainya kita menabung di bank 1 juta dengan kode seri 000000 maka uang tersebut akan dipakai oleh bank (secara tidak langsung kita menghutangkan bank) karena bukti kepemilikan tidak pernah sama. Saat kita mengambil kembali uang kita, kode serinya berubah menjadi 999999. Maka dapat disimpulkan, ada pemakaian uang nasabah oleh bank, diproses, diputar, sehingga istilah yang tepat adalah ngutangin bank.

Begitupun terjadi di bank syariah, memang akadnya menggunakan sistem mudarabah. Akan tetapi, pernahkah saldo kita dikurangi karena mengalami kerugian?

Mudarabah adalah bagi-hasil, keuntungan bagi-hasil, kerugian bagi-hasil. Kebanyakan bank syariah, yang di bagi-hasil adalah keuntungan. Padahal kerugian sebesar apapun harus dilaporkan secara transparan. Namun, demi menjaga citra/nama baik justru nasabah selalu diuntungkan. Meskipun syariah, bisa mengarah pada riba jika pada prosesnya tidak sesuai dengan cara pandang islam.

“Rasulullah saw. pernah 2x ngutang, itupun untuk keperluan makan dan perang, ketika sudah benar-benar tidak mempunyai uang sepeserpun (bukan disengaja atau kebiasaan atau untuk bisnis)”

Tidak ada sunnahnya ‘berhutang untuk bisnis’. Hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya. Andaipun berjalan, pasti bayang-bayang hutang akan selalu menghantui pebisnis tersebut.

“Riba itu, meskipun kelihatannya banyak maka sesungguhnya akan berakhir menjadi seangat sedikit bahkan merugikan”

***

Janganlah kita menggantungkan hidup kita hanya kepada gaji, institusi, bos atau atasan lainnya. Semua rizki manusia itu tercukupi dan telah Allah swt. cukupkan. Meskipun penghasilan kecil tetap bersyukurlah. Rizki Allah swt. itu Maha Luas, akan datang kepada kita dari mana saja dan kapan saja. Tetaplah mempelajari dan mendalami ilmu Islam.


Semoga bermanfaat 

Senin, 06 Juni 2016

Senin Spirit : Sukses - Sadar - Tenang

Senin spirit SM SAB
Pak husnan
“Kesuksesan membutuhkan kesadaran dan ketenangan”

Kehidupan itu selalu berjalan dari masa ke masa. Setiap individu yang hidup didalamnya selalu menginginkan titik yang kita sebut kesuksesan. Titik dimana seseorang memperoleh apa-apa yang dibutuhkannya dan menjadi contoh dari individu yang lain, entah itu kaya raya, mempunyai banyak teman, mendapatkan jabatan, berkontribusi pada sesama, dan lain sebagainya.
Dari riwayat kesuksesan orang yang bisa kita lihat, biasanya orang-orang sukses itu dimulai langkah awal yang pasti. Kepastian dalam tindakannya tersebut diperoleh dalam keadaan yang tenang (kalau tidak tenang, nekad/terburu-buru namanya). Dan ketenangan dalam mengambil tindakan tersebut harus dalam keadaan sadar. Maka, kesimpulannya adalah kesadaran seseorang dapat menghantarkan orang tersebut menuju kesuksesannya.
Salah satu contoh kita sebut saja pak Hilman. Insyaa Allah tahun ajaran sekarang akan menutup perjumpaannya dengan Sekolah Alam Bogor karena ingin fokus pada bisnis. Yang pak Husnan apresiasi adalah pilihan pak Hilman tersebut diambil/ditentukan secara sadar. Bersama teman-teman KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia), pak Hilman mantap (tekadnya sudah bulat) menjalani bisnis karena sudah mengalami proses yang matang, proses yang runut dan signifikan hingga hasil akhirnya menjadi pengusaha.
Secara tidak langsung, hubungan antara KESUKESAN dan KETENANGAN, dalam hadist sudah disampaikan bahwa kita sebaiknya “berkata yang baik atau diam”. Salah satu makna ‘diam’ yang disampaikan hadist tersebut adalah tenang & sadar dalam berbagai macam hal.

Semoga bermanfaat

Manfaat membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Kultum Tarawih 1
Mesjid Darut Tamam BTN Tanah Baru Blok H
Keutamaan Membaca Al-Qur’an dibulan Ramadhan

Sebelumnya kami ucapkan terlebih dahulu, “Marhaban ya Ramadhan, ahlan wasahlan Ramadhan” selamat datang bulan Ramadhan, bulan suci yang penuh berkah. Semoga kita mendapatkan segala macam kebaikan dibulan ini dan insyaa Allah kita bisa melaksanakan ibadah shaum 1 bulan penuh tanpa adanya kendala. Amiin…

Mohon maaf lahir batin apabila ada perkataan, perbuatan maupun perasaan yang membuat jamaah semua tidak berkenan kepada saya, harapannya kita memasuki bulan Ramadhan tanpa diiringi dosa sedikitpun, oleh karena itu mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Berbicara tentang Ramadhan, bulan yang tiap detiknya mengandung kebaikan, dimohon kepada para jamaah khususnya ikhwan untuk melakukan shalat wajib 5 waktu di dalam mesjid. Tidak harus terpaku pada 1 mesjid, dimanapun kita berada sebaiknya kita melakukan shalat, shalat fardhu terutama didalam mesjid.

Jangan lupa untuk menambahkan ibadah kita dengan rajin membaca Al-Qur’an, mengapa? Karena setiap bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh seseorang, akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Adapun ganjaran membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, yaitu:

·         100x lipat untuk orang yang membaca Al-Qur’an dalam shalat dengan posisi siap, berdiri dan khusyu.
·         50x lipat untuk orang-orang yang sudah udzur, shalat sambil duduk. Atau untuk orang sakit sambil berbaring/tidur.
·         25x lipat untuk orang yang membaca Al-Qur’an diwaktu senggang dalam keadaan berwudhu (dan diharapkan istiqomah menjaga berwudhu)
·         10x lipat untuk orang yang membaca Al-Qur’an tidak disertai wudhu


Apapun bacaan kita insyaa Allah pada bulan Ramadhan ini pasti diberikan keberkahan dan pahala berkali-kali lipat dibandingkan pada bulan yang lain. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan seoptimal mungkin bulan Ramadhan ini, semoga kita semua diampuni Allah swt. amiin…

Jumat, 27 Mei 2016

Hanya Mimpi

Siang itu, aku langsung menuju parkir dan bergegas mengendarai motor untuk mencari sebuah mesjid. Bersama temanku, Pak Chandra, kami masuk ke sebuah perumahan dengan niat menunaikan ibadah shalat jum’at dimesjid. Kebetulan saat itu kami menemukan sebuah mesjid yang kondisinya cukup sepi. Dari luas keseluruhan mesjid yang megah tersebut, hanya ada sekitar 2 shaff yang memasuki mesjid tersebut. Berhubung waktu adzan sudah berkumandang, kami berhenti dan segera memasuki mesjid tersebut.

Seperti biasa, sebelum kami memasuki mesjid, kami mengambil air wudhu terlebih dahulu. Setelah itu kami masuk dan mengambil posisi duduk dibaris ke 2 untuk mengoptimalkan shaff. Adzanpun selesai dan sang khatib langsung memberikan khutbahnya didepan para jamaah yang hadir saat itu. Dalam hati kecil, aku terus bertanya, “mengapa mesjid ini tidak begitu ramai?”

Khutbah saat itu menceritakan tentang perjalanan seorang Abdul yang berdakwah kepada kaumnya yang masih musyrik. Ditengah-tengah khutbah, khatib meminta jamaah yang mendengarkan (termasuk kami) untuk membacakan kalimah syahadah. Singkatnya, kami harus mengulang kalimah syahadah yang diucapkan sang khatib. Aneh bukan?

“Asyhadu alaa illaaha ilallah wa asyhadu ali rasulullah…”

Detik itu juga, setengah dari jamaah shalat jum’at langsung meninggalkan mesjid, termasuk diantaranya aku dan pak Chandra. Hampir semua jamaah kaget dengan perkataan khatib yang ternyata Syi’ah (merasulkan sahabat Ali r.a.). Selepas perkataan syahadah tersebut, kami jamaah yang keluar mesjid menghiraukan suara khutbah dari mesjid yang semakin sepi tersebut.

Seketika kami mengambil langkah seribu untuk mencari mesjid lain dan menunaikan ibadah shalat jum’at. Hampir setengah jam berlalu didalam perjalanan, akhirnya kami menemukan mesjid yang sangat ramai. Jamaah yang shalat sampai ke area parkir dan halaman rumput.

Sayang seribu sayang, shalat jum’at yang dilaksanakan dimesjid ramai tersebut sudah berakhir. Ucapan salam terdengar tepat ketika kami berhenti disana. Akhirnya kami melaksanakan shalat dzuhur berjamaah tanpa mengurangi niat kami dalam melaksanakan ibadah shalat jum’at.